- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
UNAS dan Kedubes Malaysia Inisiasi Penanaman Mangrove di Desa Sukawali, Tangerang
.jpg)
TANGERANG - Survei kedua kegiatan
penanaman yang dilakukan di Kawasan Hutan Negara, Desa Sukawali, Kabupaten
Tangerang, Banten pada Selasa (9/9/2025), Universitas Nasional (UNAS) Jakarta bersama
Kedutaan Besar Malaysia menginisiasi program Penanaman dan Restorasi Mangrove
sebagai bentuk komitmen nyata dalam konservasi lingkungan dan pembangunan
berkelanjutan.
Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS, Dr Fachruddin M
Mangunjaya MSi mengatakan, kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada aspek
ekologi, tetapi juga memiliki dimensi edukatif dan sosial. “Mahasiswa sebagai
generasi muda dan garda terdepan akan dilibatkan langsung dalam proses survei,
penanaman, hingga monitoring pertumbuhan mangrove, sehingga memperoleh
pengalaman lapangan yang berharga,” kata Fachruddin.
Tidak cukup sampai di situ, kegiatan yang dibuat kolaboratif
ini melibatkan, Klub Indonesia Hijau, Kelompok Stacia Hijau, masyarakat sekitar
yang diberdayakan sampai kepada siswa sekolah. Dengan dukungan mitra
internasional seperti Kedutaan Besar Malaysia, program ini juga akan menjadi
wadah memperkuat diplomasi lingkungan, mempererat kerja sama bilateral, serta
menjadi model kolaborasi internasional dalam upaya pelestarian alam.
Baca Lainnya :
- Pegunungan Dolok Paung Tidak Lagi Memberi Air Kehidupan Bagi Masyarakat Adat Huta Parpatihan0
- Kembalinya Operasi PT Gag Nikel Kabar Buruk Bagi Upaya #SaveRajaAmpat0
- Gatal Kepala dan Sebal0
- Oki Setiana Dewi Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Jakarta 0
- HUT ke 24 PD, SBY Melukis Only The Strong Langsung di Hadapan Ratusan Kader Demokrat0
Pada survei kedua ini bertujuan untuk mewujudkan langkah
nyata dalam konservasi lingkungan pesisir sekaligus menjadi sarana pembelajaran
dan pengabdian masyarakat. Secara khusus, tujuan kegiatan ini yakni Restorasi
ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 batang mangrove di kawasan yang
mengalami degradasi, sehingga fungsi ekologis pantai sebagai penahan abrasi,
penangkap sedimen, dan habitat biota laut dapat dipulihkan.
Dalam kegiatan survei kali ini, turut serta para dosen
Biologi, di antaranya, mantan dosen UNAS J Sugardjito PhD, Astri Zulfa MSi,
Astri Rozanah Siregar MSi, serta Dr Irma Indriyani dari Kepala Biro
Administrasi Kerjasama UNAS. Dalam kegiatan tersebut mitra lokal yang terlibat
dari KTH Remaja Tanjung Burung.
KTH Remaja Tanjung Burung, Ahmad Marbawi yang biasa disapa
Bawi menjelaskan, bahwa ada dua tempat yang akan menjadi tempat penanaman,
pertama di bibir pantai, itu untuk acara seremoni, sementara tempatnya yang
agak ke dalam itu lebih banyak lagi yang ditanam. “Diharapkan dari 10.000 yang
ditanam akan dimonitor secara berkala. Jika ada yang mati akan ditambal sulam,”
kata Bawi.
Area kawasan hutan negara (hutan lindung) Desa Sukawali ini
memiliki luas lebih kurang 111 Ha, sementara luas kawasan hutan negara yang sudah
abrasi lebih kurang 60 Ha. Sisanya daratan kawasan hutan negara lebih kurang 51
Ha, yang terbagi dalam dua petak. “Lahan ini pelan-pelan harus kami hijaukan
sebagai benteng alami dari daerah ini,” tutup Bawi. (fadlik al iman)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

