- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Mentan Tegaskan Akan Cabut Izin Distributor yang Jual Pupuk di Atas HET

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan)
Andi Amran Sulaiman secara tegas mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan
menoleransi jika terjadi penyelewengan terkait pupuk di Indonesia. Hal ini
disampaikan menanggapi keluhan petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait
penjualan pupuk subsidi yang harganya mencapai Rp300 ribu per kuintal atau
melebihi harga eceran tertinggi (HET) serta keluhan petani di Kabupaten Bone
terkait proses pendistribusian yang tidak sesuai HET.
“Nanti kami cek. Kalau benar di atas HET sudah pasti
ditindak. Kami akan cek alamatnya, orangnya siapa, itu aku evaluasi, dan bisa
dicabut izinnya,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya pada Kamis (9/1/2025).
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah di bawah komando tertinggi
Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian luar biasa kepada sektor pertanian.
Menurutnya, pemerintah akan bersikap keras kepada pihak yang menzalimi petani. “Petani
itu ujung tombak kita. Masa mau dizalimi dengan menaikkan harga (pupuk). Gak
boleh lagi,” ucapnya.
Baca Lainnya :
- Wamentan Dorong Masyarakat untuk Budidaya Sarang Burung Walet0
- KKP Beri Kemudahan Urus Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan 0
- Petani Sawit di Lebak Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Padi Gogo0
- Bupati Rembang Ingatkan Petani Waspadai Cuaca Ekstrem pada Musim Tanam I0
- Totalitas Gestianus Sino Bertani di Atas Batu Karang0
Ia mencontohkan beberapa langkah tegas Kementerian Pertanian
(Kementan) menindak penyelewengan. Salah satunya pada November 2024 lalu,
Kementan mencabut izin edar empat perusahaan pupuk yang terbukti memalsukan
mutu produknya.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan
mengambil tindakan tegas jika ditemukan penyelewengan di sektor pertanian,
khususnya terkait pupuk. Seperti diketahui, persoalan pupuk menjadi perhatian
pemerintah.
Mentan Amran mengemukakan bahwa pemerintah sesuai arahan
Presiden Prabowo telah mengambil langkah strategis terkait pupuk. Salah satunya
penambahan kuota pupuk subsidi menjadi 9,55 juta ton pada 2025. Selain itu,
sejak 1 Januari 2025, sistem penyaluran pupuk telah disederhanakan dan langsung
didistribusikan dari PT Pupuk Indonesia ke pengecer dan gabungan kelompok tani.
Penebusan pupuk bersubsidi oleh petani yang terdaftar e-RDKK
juga dipermudah dengan menggunakan KTP. Berbagai
upaya ini dilakukan untuk mempermudah petani Indonesia dan mendongkrak
produktivitas pangan nasional demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. (rel)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

