4 Alasan Energi Terbarukan Adalah Kebutuhan Keamanan
JULIEN JREISSATI
Direktur Program Greenpeace Timur Tengah dan
Afrika Utara yang berbasis di Lebanon
Baca Juga
SAYA sedang menjalani perang
keempat dalam empat dekade hidup saya di planet ini. Di luar dampak langsung
yang begitu nyata yang dialami oleh saya dan keluarga di Lebanon, serta banyak
orang lainnya di lapangan, saya juga menyaksikan krisis yang lebih dalam sedang
terjadi di tingkat global.
Berita utama semakin dipenuhi oleh melonjaknya harga minyak
dan gas serta volatilitas pasar. Ketika ekonomi global bergantung pada sumber
energi yang terpusat dan mudah terbakar, rudal tidak hanya memutus aliran
listrik atau mengganggu jalur pelayaran.
Mereka mengguncang fondasi stabilitas global itu sendiri. Krisis
saat ini menjadi argumen yang tragis namun tak terbantahkan mengapa kita harus
mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Ini bukan hanya soal emisi karbon atau target iklim. Ini
tentang ketahanan, keamanan, dan bahkan kelangsungan hidup. Berikut alasan
mengapa transisi energi yang terdesentralisasi dan dipimpin oleh energi
terbarukan menjadi jalan menuju perlindungan vital dan keamanan ekonomi:
Memperkuat Jaringan Listrik
Kamu tidak bisa “meledakkan” matahari. Sangat sulit
melumpuhkan jaringan energi yang terdesentralisasi yang terdiri dari jutaan
panel surya di atap rumah. Energi yang tersebar secara alami jauh lebih tahan
terhadap sabotase dibandingkan beberapa pembangkit listrik termal besar yang
rentan.
Mengakhiri Ketergantungan Energi
Konflik sering membawa blokade dan runtuhnya rantai pasok.
Negara yang memproduksi listriknya sendiri dari matahari dan anginnya sendiri
tidak dapat disandera oleh terganggunya jalur pelayaran atau pasar minyak yang
tidak stabil.
Kedaulatan Ekonomi
Ketika harga energi melonjak, negara yang bergantung pada
impor bahan bakar menghadapi inflasi yang melumpuhkan. Beralih ke energi
terbarukan lokal menjadi semacam “perlindungan” terhadap guncangan akibat
perang, menjaga biaya tetap lebih stabil bagi keluarga saat mereka berada dalam
kondisi paling rentan.
Desentralisasi Sebagai Pertahanan
Dengan menghilangkan “titik kegagalan tunggal”, kita
memastikan bahwa rumah sakit, sekolah, dan rumah tangga tetap dapat memiliki
listrik bahkan ketika jaringan listrik nasional terganggu. Selama ini kita
mendorong kedaulatan energi. Namun situasi saat ini membuktikan bahwa ini
bukanlah kemewahan “hijau”.
Transisi menuju energi terbarukan sering dibingkai sebagai
target iklim. Tetapi di kawasan yang stabilitasnya rapuh, ini juga merupakan
kebutuhan keamanan. Kita perlu membangun sistem energi yang setangguh
masyarakat yang bergantung padanya. Energi terbarukan adalah cara terbaik dan
sangat dibutuhkan, untuk mewujudkannya.