- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
6 Kontainer Keranjang Serat Alam Produk UMKM Kebumen Tembus Pasar New York

KEBUMEN
– PT
Pertamina (Persero) mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya
Go Global, dengan seremonial pelepasan ekspor perdana produk keranjang anyaman
serat alam oleh PT Agrominafiber Java Indonesia ke Amerika Serikat. Kegiatan
pelepasan berlangsung Selasa (16/9), di Kebumen, Jawa Tengah, dengan simbolis
pelepasan satu kontainer. Total ekspor hampir 10 ribu keranjang senilai USD57.200
atau setara Rp957 juta.
Program UMKM ini bagian dari Tanggung Jawab Sosial &
Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dan
meningkatkan wirausaha, sesuai target Asta Cita Pemerintah Indonesia. VP CSR
& SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto menyampaikan
bahwa capaian ini menjadi bukti nyata peran Pertamina dalam mendampingi UMKM
hingga mampu menembus pasar ekspor.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung UMKM naik kelas
melalui pelatihan, pameran, business matching, hingga fasilitasi akses
pembiayaan. Ekspor perdana UMKM Kebumen ke Amerika ini adalah bukti bahwa
promosi dan pendampingan yang berkelanjutan mampu meningkatkan kepercayaan
buyer internasional,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- KEHATI Rilis Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia0
- Pembangunan Konektivitas Bengkulu–Enggano Lampaui Target0
- Jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng Kini Dilengkapi Musola, Toilet, dan Bank Sampah0
- Manfaatkan PLTS, Desa Energi Berdikari di Karawang Tingkatkan Ekonomi Petani 0
- Menkeu Terbitkan Aturan Penempatan Rp200 Triliun Uang Negara di Bank Umum Mitra0
Sementara itu, Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani yang turut
hadir pada acara tersebut, berharap pemberdayaan kelompok UMKM perajin serat
alami dapat mendorong kemajuan usaha kecil dan bisa mendorong perekonomian
Kebumen.
Produk keranjang serat alam asal Kebumen ini akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Mas,
Semarang menuju Pelabuhan Long Beach, Amerika Serikat, untuk kemudian
dipasarkan di 1.700 Ross Department Store di New York.
Awalnya, PT Agrominafiber Java Indonesia memulai usaha pada
tahun 2020 bergerak di bidang perikanan dengan nama Agromina. Kondisi alam
sekitar yang memiliki potensi bahan alami pelepah pisang akhirnya menginspirasi
usaha Agromina menjadi usaha kerajinan berbasis serat alami menjadi kerajinan.
Agromina pun berkembang menjadi usaha Agrominafiber Java
Indonesia sebagai pemasok bahan baku pelepah pisang dan pandan untuk pengrajin
di Yogyakarta, Bali, dan Tangerang. Seiring berjalannya waktu, pendiri usaha,
Rudi Hermawan beserta istri Novita, berinovasi dengan mengembangkan produk
kerajinan seperti keranjang, karpet, dan lampu anyaman.
Pertamina melalui Pertamina Foundation Preneur (PFPreneur),
Pertamina UMK Academy dan Pertamina SMEXPO, mendorong pengembangan UMKM, mulai
dari peningkatan kualitas, pelatihan intensif dan pendampingan bisnis, akses
pameran, temu bisnis, hingga sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Pada
tahun 2023, UMKM ini menembus pasar internasional pertama kali melalui
transaksi ekspor 1.000 lampshade ke Argentina senilai Rp400 juta, pada ajang
Inacraft Oktober 2023.
Dengan mengusung konsep usaha social enterpreneur,
Agrominafiber memberdayakan 80 orang penyedia bahan baku (70% perempuan usia
40–60 tahun) di Desa Keraden, Kecamatan Karanggayam, serta melibatkan 15
pengrajin dan karyawan, dan 3 tenaga pemasaran online. VP Corporate
Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa
inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional.
"Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa produk lokal
memiliki daya saing global jika didukung dengan strategi komunikasi, branding,
serta promosi yang tepat. Pertamina akan terus menghadirkan program komunikasi
yang kuat untuk membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM binaan. Hal ini
sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja
berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta memperkuat industri kreatif,”
ungkap Fadjar.
Dengan pencapaian ini, Pertamina kembali menegaskan perannya
tidak hanya sebagai perusahaan energi nasional, tetapi juga sebagai motor
penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program TJSL, yang berfokus
pada keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja
berkualitas.
Seremoni pelepasan ekspor ini dilakukan oleh Bupati Kebumen
Hj Lilis Nuryani, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden
Muhammad Fajar Shiddiq, didampingi VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina
(Persero), Rudi Ariffianto, dan jajaran stakeholder lainnya.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi
energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus
mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable
Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan
Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi
Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

