Logo Porosbumi
Rabu,
18 March 2026
LIVE TV

ASUS Membawa Film Indonesia Melanglang Buana ke Mars dengan Teknologi Revolusioner

Yani Andriyansyah 18 Mar 2026, 12:14:12 WIB
ASUS Membawa Film Indonesia Melanglang Buana ke Mars dengan Teknologi Revolusioner
Gala Premiere Pelangi di Mars di Epicentrum XXI, Jakarta. Visual futuristik film ini memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid. (dok.ASUS)

Di tengah kancah perfilman nasional dan global yang makin kompetitif, standar kualitas visual dan teknis sebuah karya terus melesat. Untuk bisa bersaing, inovasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Menyikapi tantangan ini, ASUS tak tinggal diam. Mereka menggandeng Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio untuk menggebrak industri dengan dukungan teknologi komputasi canggih di balik layar film Pelangi di Mars.


Film ini bukan sekadar cerita biasa. Kita dibawa ke tahun 2090, jauh ke masa depan, mengisahkan petualangan seorang anak yang lahir dan tumbuh sebagai manusia pertama di Planet Merah. Debut penyutradaraan film panjang Upie ini, yang sebelumnya dikenal lewat karya dokumenter dan video musik, benar-benar menjanjikan sebuah perjalanan imajinatif yang segar.


Kunci di balik visual futuristik yang memukau dalam Pelangi di Mars adalah pemanfaatan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid. Bayangkan, pengambilan gambar nyata dipadukan secara mulus dengan lingkungan virtual 3D. Tentu saja, proses sekompleks ini menuntut perangkat dengan performa super dan akurasi visual yang tak bisa ditawar.


Dari mulai menciptakan aset-aset visual yang detail, me-rendering lingkungan 3D yang imersif, hingga tahap color grading untuk memastikan setiap frame sesuai dengan visi kreatif sang sutradara, semua membutuhkan kekuatan komputasi yang luar biasa. Di sinilah peran ASUS ProArt menjadi vital.


Mahakarya Pictures memilih lini ASUS ProArt, jajaran perangkat yang memang didesain khusus untuk para creator profesional, termasuk para sineas. Jajaran perangkat tersebut mencakup PC berperforma tinggi yang jadi tulang punggung untuk pengolahan grafis dan rendering, serta monitor dengan akurasi warna tingkat tinggi. Dengan begitu, para kreator bisa memastikan setiap nuansa warna dan detail visual tetap konsisten, dari konsep awal hingga hasil akhir di layar lebar.


Kolaborasi ini juga makin ciamik berkat kehadiran DOSS Guava XR Studio, yang memungkinkan produksi virtual dan extended reality (XR) secara real-time selama syuting. Teknologi ini bagaikan sulap, memungkinkan tim produksi memvisualisasikan dunia futuristik Planet Mars secara langsung di lokasi, membuat setiap adegan terasa hidup bahkan sebelum efek visual final ditambahkan.


Seluruh inovasi teknologi ini diperkenalkan kepada publik dalam acara Gala Premiere Pelangi di Mars di Epicentrum XXI, Jakarta belum lama ini. Acara ini bukan hanya ajang pemutaran perdana, tapi juga perayaan atas perjalanan produksi film yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Para undangan berkesempatan menjadi yang pertama merasakan atmosfer dunia futuristik yang disajikan dalam film tersebut.


Pelangi di Mars dibintangi jajaran aktor papan atas seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata. Tak ketinggalan, para pengisi suara karakter robot seperti Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, dan Vanya Rivani turut menyemarakkan petualangan lintas planet ini.


Setelah mendapat apresiasi hangat dari para undangan, Pelangi di Mars resmi melanglang buana ke bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film ini siap menghadirkan kisah petualangan yang sarat imajinasi dan inspirasi, tidak hanya bagi keluarga Indonesia, tapi juga sebagai bukti nyata bagaimana teknologi dapat mendorong batas kreativitas dalam industri perfilman. Bersiaplah untuk terbang ke Mars. (yans)

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```