5 Wartawan yang Hilang Kontak: Dulu Pernah Petugas TNUK 6 Hari Terombang Ambing di Laut dan Selamat
LIMA wartawan berikut dua kru kapal dan 1 orang guide yang hilang kontak saat meliput di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.
Menilik kejadian ini, ternyata dulu pernah ada kejadian hampir mirip, di mana rombongan petugas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) sempat enam hari terombang ambing di tengah laut.
Peristiwa yang diceritakan oleh Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, ini terjadi akibat mesin kapal yang tumpangi rombongan petugas TNUK tersebut mati, dan kapal terseret arus laut.
"Jadi ingat, dulu ada Pak Darmaji, Pak Amir, Pak Haryono, dan Pak Unus, kalau ga salah pernah hilang di Selat Panaitan, 6 hari terombang ambing di laut, melewati (perairan) Gunung Anak Krakatau juga. Tapi semua selamat dan sudah pensiun. Pak Darmaji itu Ka Balai (TNUK) tahun 89," tutur Ardi.
Masih soal rombongan wartawan yang sampai sekarang belum ditemukan, Ardi menyampaikan, secara kemanusiaan dan atas inisiatif sendiri, petugasnya turut membantu pencarian.
Adapun fokus pencarian dilakukan dengan menyisir sekitar wilayah perairan Pulau Peucang, yang diketahui masih masuk kawasan TNUK. "Kita cek apakah (speedboat yang membawa rombongan wartawan) terombang-ambing di (perairan) Ujung Kulon atau tidak," kata Ardi.
Diketahui, jarak kawasan TNUK ke titik perkiraan terakhir hilang kontak rombongan wartawan di perairan Gunung Anak Krakatau, sekitar 50km. Meski begitu, upaya pencarian tetap dilakukan dengan cermat dan terukur, termasuk mengecek kondisi arus laut pada hari kejadian, yakni Senin, 7 September 2026.
Untuk pencarian pada Kamis (10/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB, petugas TNUK belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan jurnalis maupun speedboat yang digunakan.
Juga belum ditemukan objek, barang, ataupun petunjuk yang dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis tersebut.
Meski begitu, petugas tetap melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan unsur terkait dalam mendukung proses pencarian dan pertolongan. "Perkembangan hasil pencarian selanjutnya akan dilaporkan kembali," ujar Ardi.
Helikopter HR-3604 Dikerahkan Dukung Operasi SAR di Gunung Anak Krakatau
Sementara itu, memasuki hari ketiga operasi SAR gabungan terhadap rombongan wartawan yang masih dalam pencarian akibat speedboat hilang kontak di perairan Selat Sunda, 1 unit Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR di wilayah Gunung Anak Krakatau, Banten.
Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran.
Helikopter tersebut membawa tujuh orang crew on board, yaitu Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Pengerahan helikopter menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.
