Danantara Akan Sulap Tekor Modal GIAA USD1,4 Miliar Jadi Bermodal USD349 Juta
JAKARTA- Danantara Aset Management (DAM) akan menyulap tekor modal atau defisiensi modal sedalam
USD1,496 miliar yang mendera PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjadi bermodal
USD349,9 juta.
Asumsi tersebut mengacu pada prospketus Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private
placement GIAA dengan buku laporan
keuangan semester I 2025.
Jelasnya, GIAA terlebih dahulu menerbitkan 407.897.094.461 saham baru
dengan harga pelaksanaan Rp75 per saham. Saham baru tersebut diserap oleh DAM
dengan dua cara.
Baca Juga
Pertama, konversi piutang DAM senilai USD405 juta atau Rp6,65 triliun menjadi 88.673.400.000 lembar
saham GIAA. Kedua, DAM akan setor tunai senilai USD1,44 miliar kepada GIAA.
Namun aksi korporasi dapat berjalan Jika direstui pemodal dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GIAA pada tanggal 12 November 2025. Bila
restu ditangan maka setoran tunai dan konversi saham dilaksanakan pada 24
November 2025.
Rencananya, dana hasil setoran modal tersebut untuk
mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan.
Rinciannya, 29 persen dari total setoran tunai untuk
modal kerja dan operasional mulai dari pembayaaran biaya perawatan dan
perbaikan pesawat. Lalu, 37 persen disetor kepada Citilink guna modal kerja seperti pembayaran
biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
Selebihnya, 22 persen digunakan sebagai ekspansi armada
GIAA dan Citilink. Sisanya, 12
persen digunakan Citilink sebagai pembayaran utang
bahan bakar pesawat dari Pertamina
periode 2019 hingga 2021.
“Penggunaan
dana hasil PMHMETD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap
perbaikan posisi keuangan, meningkatkan ekuitas, memperkuat struktur
permodalan, serta mendukung keberlanjutan usaha GIAA di masa yang akan datang,” tulis manajemen GIAA dikutip Jumat(10/10/2025).
Selain dapat membalikan kondisi tekor modal menjadi
bermodal, aksi korporasi ini juga dipercaya dapat mendongkrak rasio lancar dari
0,44 X menjadi 1,53X. Seirama, rasio kewajiban terhadap modal juga membaik dari
-5,25 X menjadi 21,74 X.
Hanya saja, porsi kepemilikan saham investor lainnya pada
GIAA akan menyusut. Jelasnya, PT Trans Airways milik Chairul Tanjung akan
menciut 1,47 persen dari 7,99 persen. Senasib, porsi kepemilikan investor retil
sisa 5,03 persen dari 27,46 persen.
Sebaliknya, DAM akan menguasai 93,5 persen dari 64,54
persen porsi saham emiten penerbangan pelat merah tersebut. (abdul aziz)