Logo Porosbumi
10 Mei 2026,
10 May 2026
LIVE TV

Merajut Harapan Baru dari Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan Gorontalo

PorosBumi 10 Mei 2026, 14:01:43 WIB
Merajut Harapan Baru dari Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan Gorontalo

DI pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, denyut kehidupan nelayan kini mulai berubah. Di kawasan yang dahulu identik dengan keterbatasan fasilitas melaut, berdiri Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir.

Bukan sekadar deretan bangunan dan fasilitas perikanan, kawasan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan nyata nelayan mulai dari pembuatan es balok, penyimpanan ikan, hingga dukungan operasional melaut. Harapan itu terasa semakin kuat ketika Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Kepala Negara di kawasan pesisir tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Bagi Suhardi Darisse, tokoh nelayan Leato Selatan yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut, perubahan itu terasa nyata bahkan sejak fasilitas mulai beroperasi. Nelayan yang telah melaut sejak remaja tersebut menuturkan bahwa kebutuhan dasar nelayan kini jauh lebih mudah dijangkau.

“Kami ini sudah merasa terbantu. Terutama es, yang kemarin membutuhkan es masih menggunakan transportasi biaya, ibu. Sekarang enggak, mobilnya di sini diantar dengan kendaraan. Kemudian harganya di bawah yang di kota ada 13 ribu (rupiah) per balok, di sini 6.500 (rupiah). Jadi baru di situ saja bu sudah terbantu kita nelayan,” ujar Suhardi.

Bagi nelayan jaring seperti dirinya, kebutuhan es menjadi sangat vital. Suhardi menjelaskan bahwa setiap malam kapal-kapal nelayan beroperasi dan membutuhkan puluhan balok es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. “Kalau musim ikan bagus, satu unit usaha bisa membutuhkan sampai 50 balok es dalam semalam. Jadi kebutuhan es ini memang sangat besar,” ujarnya.

Optimisme pun tumbuh di tengah masyarakat pesisir Leato Selatan. Suhardi meyakini Kampung Nelayan Merah Putih akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi nelayan di wilayahnya tetapi juga kawasan sekitar. “Saya sangat optimistis kampung nelayan ini bisa membantu seluruh masyarakat nelayan, baik di Leato Selatan maupun sekitarnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan dilakukan langsung oleh koperasi kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Ini memang program Bapak Presiden melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan mengelola Kampung Nelayan Merah Putih tersebut,” kata Abdul Rahman.

Ia menyebut, kawasan tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan dan kebutuhan nelayan. Mulai dari kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.

Menurut Abdul Rahman, seluruh anggota pun mulai memanfaatkan fasilitas yang tersedia, terutama pabrik es yang telah beroperasi selama dua bulan terakhir. “Alhamdulillah nelayan sudah memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama es balok untuk kebutuhan melaut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyebut sebelum adanya Kampung Nelayan Merah Putih, para nelayan harus menempuh jarak hingga 8 sampai 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar. “Kebetulan sekarang di kawasan ini sudah disediakan pabrik es untuk nelayan melaut,” lanjutnya.

Di tengah semilir angin laut Leato Selatan, Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi lebih dari sekadar pusat aktivitas perikanan. Kawasan ini menghadirkan keyakinan baru bahwa kesejahteraan nelayan dapat dibangun melalui fasilitas yang dekat, akses yang mudah, dan pengelolaan yang dilakukan langsung oleh masyarakat sendiri.


Tekad Presiden Memperbaiki dan Menghormati Hidup Para Nelayan

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pelabuhan shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, sempat menyusuri area pelabuhan dan shelter aktivitas nelayan yang tengah melakukan sortir ikan. Kepala Negara juga tampak berdialog langsung dengan para nelayan yang sedang berkegiatan di atas kapal.

Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo menanyakan aktivitas melaut para nelayan mulai dari jumlah awak kapal hingga kendala yang dihadapi saat mencari ikan, termasuk persoalan bahan bakar minyak. Suasana hangat dan akrab terlihat ketika para nelayan menyampaikan pengalaman mereka kepada Kepala Negara.

Salah satu nelayan, Acon Karim, mengaku senang dapat berbincang langsung dengan Kepala Negara. Menurutnya, Presiden Prabowo menaruh perhatian terhadap aktivitas dan kebutuhan nelayan sehari-hari. “Tanya kalau berapa anggota kapal. Dia (Presiden) tanya bahan minyak, jauh atau engga,” ujar Acon Karim.

Acon pun menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Presiden ke kawasan pelabuhan nelayan tersebut. “Terima kasih, Pak Presiden, sudah datang di Pelabuhan Merah Putih,” tuturnya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Brawijaya Kadullah yang mengapresiasi dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas bagi nelayan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. “Yang terutama itu terima kasih banyak kepada Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, yang telah menyediakan tempat fasilitas Koperasi Nelayan Merah Putih,” ucap Brawijaya.

Setali tiga uang, Nelayan Tetin Yuli juga mengungkapkan kebahagiaan masyarakat atas kedatangan Presiden ke wilayah mereka. “Alhamdulillah Bapak Presiden sudah sampai di sini. Kami rakyat di sini, masyarakat di sini senang sekali Bapak Presiden sudah datang ke sini,” kata Tetin.

Peninjauan Presiden di shelter sortir dan pengepakan ikan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan dari tingkat akar rumput. Melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah mendorong hadirnya fasilitas yang mendukung produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan masyarakat pesisir.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghormatan kepada para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko besar di laut demi menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kepala Negara menilai pekerjaan nelayan bukanlah pekerjaan ringan karena penuh tantangan dan ketidakpastian alam.

“Saya mengerti nelayan itu memiliki risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah. Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluargamu, untuk masyarakatmu, untuk bangsamu. Saya terima kasih,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan nelayan.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintahannya bertekad untuk memperbaiki kesejahteraan sekaligus memberikan penghormatan yang layak kepada para nelayan Indonesia. Menurut Presiden Prabowo, selama ini nelayan kerap berada di posisi yang kurang mendapat perhatian. “Untuk itu saya bertekad untuk memperbaiki dan menghormati para nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia. Para nelayan sering dilupakan,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pemerintah saat ini akan hadir lebih nyata bagi masyarakat kecil, termasuk nelayan dan petani di seluruh tanah air. “Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia,” tegas Kepala Negara.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```