Logo Porosbumi
04 Mei 2026,
04 May 2026
LIVE TV

Pasukan Israel Cegat Konvoi Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

PorosBumi 04 Mei 2026, 10:05:45 WIB
Pasukan Israel Cegat Konvoi Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

KRU kapal Greenpeace Internasional Arctic Sunrise melaporkan bahwa pasukan militer Israel menaiki dan mengganggu pelayaran kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan internasional, 45 mil laut barat Pulau Kythira, Yunani, dan 600 mil laut dari Gaza.

Kapal Global Sumud Flotilla menerima peringatan radio pada 18.43 UTC (21.43 waktu setempat atau 01.43 WIB) di saluran internasional umum (16). Pengirim pesan mengidentifikasi diri mereka sebagai Angkatan Laut Israel dan memaksa flotilla untuk mengubah arah pelayarannya.

Mereka juga mengganggu saluran komunikasi yang dapat membahayakan armada kapal di perairan lepas. Gangguan komunikasi terjadi pada saluran komunikasi SOS darurat maritim VHF, saluran VHF untuk koordinasi flotilla, Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS), dan sistem komunikasi Iridium band. “Pada pukul 03:47 UTC (10.47 WIB), kami mengonfirmasi beberapa kapal flotilla telah dinaiki secara ilegal oleh pasukan Israel dan sejak itu kehilangan kontak.”

Global Sumud Flotilla adalah gerakan internasional aksi tanpa kekerasan dan terkoordinasi yang berlayar untuk menghentikan blokade ilegal Israel atas Gaza, melawan keterlibatan berbagai pihak yang memungkinkan penjajahan, dan bersolidaritas dengan warga Palestina. Bersama Arctic Sunrise, Greenpeace memberikan dukungan logistik bagi kapal-kapal flotilla.

Pada September 2025, Global Sumud Flotilla melakukan pelayaran yang diikuti oleh 42 kapal dan 462 orang. Tentara Israel mencegat secara ilegal kapal-kapal tersebut. Para tentara zionis memaksa naik ke dalam flotilla, menahan para awak di dalam kapal flotilla sekitar 70 mil laut dari teluk Gaza, memutus serta mengganggu sinyal komunikasi.

Para awak di dalam kapal-kapal flotilla tersebut menceritakan tentang ketegangan yang terjadi dengan perahu-perahu tanpa lampu dan drone yang membuntuti armada kapal flotilla, serta laporan bahwa kapal-kapal angkatan laut Israel telah merusak komunikasi mereka, mengganggu sinyal bahaya, dan livestream dari dalam kapal.

Kapal MY Arctic Sunrise telah jadi bagian dari armada Greenpeace sejak 1995 dan menjadi gugus depan kampanye global Greenpeace dari Antartika di Kutub Selatan ke Arktik di Kutub Utara. Kapal ini mampu menampung hingga 30 orang dengan panjang 50,5 meter yang dilengkapi dengan lambung, kemudi, dan baling-baling yang diperkuat agar bisa berlayar dengan aman melalui es di laut serta memiliki kecepatan maksimum sebesar 13 knot (24 km/jam).

Greenpeace sejak lama mengecam krisis kemanusiaan dan lingkungan yang disebabkan oleh genosida Israel di Gaza. Tuntutan Greenpeace meliputi: gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil dan lingkungan; pembebasan semua sandera dan semua warga Palestina yang ditahan secara ilegal oleh Israel; penjatuhan sanksi yang ditargetkan dan embargo senjata komprehensif terhadap Israel, yang ditegakkan oleh komunitas internasional; serta pengakhiran pendudukan ilegal Palestina.

Greenpeace menyerukan semua pemerintahan di dunia untuk segera mengambil sikap untuk menegakkan hukum internasional dan memastikan perlindungan bagi Global Sumud Flotilla dengan langkah konkret untuk memastikan pelayaran yang aman untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pujarini Sen, Kepala Proyek yang ikut berlayar di kapal Arctic Sunrise mengatakan, Greenpeace bersolidaritas dengan warga Gaza dan individu-individu pemberani yang mempertaruhkan kebebasan dan keselamatan mereka, yang ada dalam flotilla. Bantuan kemanusiaan harus dihormati dan lindungi setiap saat dan dengan segala cara.

“Kami kembali memanggil para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah konkret di tengah genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza. Kegagalan mereka untuk menegakkan hukum internasional membuat mereka bertanggung jawab atas perbuatan Israel.”

Pemerintah Israel terus melakukan blokade darat dan laut untuk bantuan dan makanan dari organisasi internasional. Memblokade bantuan dan melakukan serangan yang ditargetkan kepada pembawa bantuan tersebut adalah pelanggaran hukum humaniter internasional. Sampaikan dukunganmu untuk Arctic Sunrise dan Global Sumud Flotilla dalam upaya mereka membuka blokade Gaza dengan aman dan selamat di https://act.gp/dukung-gsf.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```