Perkuat Distribusi Pangan Nasional, Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Dipercepat
PEMERINTAH menegaskan komitmennya
untuk terus memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga, termasuk melalui
rapat mingguan, guna memastikan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan
Merah Putih (KDKMP) berjalan optimal, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator (Kemnko) Bidang Pangan,
Zulkifli Hasan, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri guna
mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekosistem
pangan berbasis desa, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendorong
kesejahteraan masyarakat.
Hingga 20 April 2026, progres pembangunan fisik KDKMP
menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari total 83.764 desa di Indonesia,
tercatat 5.714 titik telah selesai dibangun, 25.625 titik dalam proses
pembangunan, dan 35.408 titik lahan siap dibangun.
Baca Juga
Pada aspek sumber daya manusia, pemerintah membuka 35.476
formasi, yang terdiri atas 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 pengelola Kampung
Nelayan Merah Putih (KNMP). Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Hingga
saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai 383.830 orang, terdiri atas 220.364
pendaftar KDKMP dan sekitar 64 ribu pendaftar KNMP, sementara sisanya berasal
dari formasi lainnya dalam proses rekapitulasi.
Proses seleksi dilaksanakan berdasarkan merit-based
secara terbuka, transparan, tanpa biaya, dan berada di bawah koordinasi Panitia
Seleksi Nasional. SDM yang terpilih akan berstatus sebagai pegawai BUMN non-ASN
dan diharapkan menjadi motor penggerak operasional KDKMP, khususnya dalam
pengelolaan distribusi pangan, layanan logistik, dan pengembangan usaha ekonomi
desa.
KDKMP dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang
terintegrasi. Layanan yang dikembangkan mencakup gerai sembako, layanan
logistik desa, unit simpan pinjam, klinik dan apotek desa, agen pupuk dan LPG,
layanan keuangan seperti BRILink, serta pusat distribusi bantuan pemerintah.
Selain itu, KDKMP akan berperan sebagai aggregator ekonomi
desa yang mendorong local multiplier effect dan membangun sistem
distribusi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam operasionalnya,
KDKMP akan bekerja sama dengan berbagai BUMN strategis, antara lain BULOG
sebagai offtaker hasil pertanian seperti gabah dan jagung, PT Agrinas
dalam penyediaan dan distribusi kebutuhan, serta PLN dan PT Pos Indonesia dalam
mendukung layanan di tingkat desa. Keterlibatan BUMDes dan UMKM desa juga akan
diperkuat.
Untuk mendukung penyerapan hasil perikanan dan distribusi
logistik, KDKMP juga akan dilengkapi dengan cold storage serta sarana
transportasi seperti kendaraan pick-up dan truk. 1 Pemerintah menegaskan
bahwa KDKMP merupakan infrastruktur strategis yang bertujuan mempermudah akses
masyarakat desa terhadap pusat logistik, layanan keuangan, pasar hasil
produksi, dan peluang ekonomi baru.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bukan sekadar
program pembentukan koperasi, tetapi infrastruktur strategis pemerintah untuk
mendekatkan masyarakat desa kepada pusat logistik, akses keuangan, dan akses
ekonomi. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal percepatan pembangunannya
agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa, nelayan, petani, dan
pelaku usaha kecil secara nyata,” ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah menargetkan penyelesaian 30.000 unit KDKMP pada
periode Juni–Juli 2026, sehingga manfaat program dapat mulai dirasakan secara
luas oleh masyarakat pada tahun 2027. Ke depan, pemerintah akan terus mengawal
implementasi program ini melalui koordinasi mingguan, pendampingan oleh BUMN,
dan penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat desa.
