Rapat Umum Anggota PFI 2026: Perkuat Peran Filantropi Sebagai Penggerak Solusi Nasional
PERHIMPUNAN Filantropi Indonesia (PFI) menegaskan peran strategis
filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan
nasional dalam Rapat Umum Anggota (RUA) tahun 2026, yang diselenggarakan di
Gedung IPMI, Jakarta. RUA tahun ini menjadi momentum penting untuk
merefleksikan capaian tahun 2025 sekaligus memperkuat arah ke depan dalam
membangun ekosistem filantropi yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan
berdampak.
Sepanjang tahun 2025,
PFI mencatat berbagai capaian signifikan dalam memperkuat perannya
sebagai Filantropi Hub Nasional. Jumlah anggota PFI terus meningkat hingga
mencapai 252 organisasi, mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan dan komitmen
lintas sektor dalam membangun kolaborasi filantropi di Indonesia.
PFI juga
menyelenggarakan lebih dari 24 forum diskusi reguler dan 32 forum FIFest2025
yang melibatkan lebih dari 3.750 partisipan, serta menghasilkan berbagai 7
publikasi strategis untuk mendukung penguatan sektor filantropi. Dari sisi
kampanye dan komunikasi, PFI mencatat 171 liputan media, menjangkau lebih dari
3,4 juta audiens, serta memproduksi 9 artikel philanthropy blog dan 20 op-eds
serta konferensi pers.
Baca Juga
Perluasan jangkauan PFI
juga ditandai dengan penguatan chapter daerah, termasuk di Makassar dan
Surabaya, sebagai upaya memperluas dampak filantropi yang lebih kontekstual dan
responsif terhadap kebutuhan di tingkat regional.
PFI juga berhasil
mendorong berbagai inisiatif strategis, termasuk
penyelenggaraan Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025),
peluncuran Piagam Budaya Filantropi, sebagai kerangka nilai bersama untuk
praktik filantropi yang etis, transparan, dan kontekstual.
Selain itu, publikasi
strategis dan policy brief yang dihasilkan menjadi rujukan berbasis
riset dalam menyajikan analisis serta rekomendasi kebijakan bagi para pemangku
kepentingan. Inisiatif ini berperan penting dalam memperkuat pemahaman publik,
membangun kepercayaan, serta mendorong kebijakan yang mendukung ekosistem
filantropi.
Dalam upaya menjawab
tantangan pembangunan yang semakin kompleks, PFI memperkuat kolaborasi lintas
sektor melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang melibatkan
pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta.
Inisiatif ini juga
mendorong sinergi hingga tingkat pemerintahan desa sebagai garda terdepan
implementasi program, sehingga solusi yang dihasilkan lebih kontekstual dan
tepat sasaran, serta tercipta sinergi hingga tingkat pemerintahan desa sebagai
garda terdepan implementasi program.
Sepanjang periode ini,
MSF melibatkan tiga aliansi—Perhimpunan Filantropi Indonesia, Forum Zakat, dan
Humanitarian Forum Indonesia—serta didukung oleh enam mitra pengetahuan dan 25
kolaborator, sehingga memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas intervensi,
dan memastikan dampak yang lebih terukur.
Ketua Badan Pengurus
PFI, Rizal Algamar, menyampaikan bahwa tantangan ke depan menuntut pendekatan
yang lebih terintegrasi dan berbasis kolaborasi. “Sepanjang tahun 2025, PFI
memperkuat perannya sebagai Filantropi Hub melalui penguatan pembelajaran, pengembangan
pengetahuan berbasis data, perluasan kolaborasi lintas sektor, serta kampanye
publik yang mendorong praktik filantropi yang lebih terintegrasi dan berdampak,”
ujar Rizal.
PFI turut memperkuat
Filantropi Hub sebagai ruang kolaborasi bagi anggota melalui pengembangan
klaster filantropi, yaitu kelompok kerja tematik yang mendorong kolaborasi
berbasis isu secara lebih fokus. Melalui platform ini, anggota dapat
mengkonsolidasikan pengetahuan, mempercepat pertukaran praktik baik, serta
mengakselerasi aksi kolektif yang lebih terarah dan skalabel, sekaligus
memperkuat kontribusi filantropi dalam ekosistem nasional.
Di tengah dinamika
global, termasuk menurunnya bantuan internasional dan meningkatnya kompleksitas
tantangan pembangunan, filantropi memiliki peluang besar untuk berperan
sebagai katalisator perubahan melalui inovasi pendanaan sosial,
pemanfaatan data, serta penguatan kemitraan lintas sektor.
Melalui RUA 2026, PFI
menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak
ekosistem filantropi nasional, mendorong kebijakan yang kondusif, serta
memastikan bahwa praktik filantropi di Indonesia semakin berdampak, terukur,
dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen ini dibangun di
atas berbagai capaian sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan jumlah
anggota, penguatan platform kolaborasi, perluasan forum diskusi, hingga
pengembangan pengetahuan melalui publikasi dan inisiatif strategis.
Hal ini juga tercermin
dari pengalaman para anggota, yang merasakan PFI tidak hanya menjadi sekadar
jejaring. “Tapi telah berkembang menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang
mempertemukan lembaga, mendorong praktik filantropi di Indonesia yang tidak
hanya strategis dan berdampak, tapi juga akuntabel dan transparan,” ujar Johan
Tandoko, Yayasan Makna Karya Berdaya.
Selain itu, peran PFI
sebagai platform kolaborasi juga dirasakan secara luas, di mana PFI
berperan sebagai platform kolaborasi. “Menyatukan berbagai organisasi untuk
saling belajar dan memperkuat kapasitas, serta membuka akses ke jejaring
strategis,” ungkap Anton Rizki, Center for Indonesian Policy Studies. Secara
keseluruhan, hal ini semakin menegaskan posisi PFI sebagai penghubung,
penggerak, sekaligus rujukan dalam pengembangan ekosistem filantropi di
Indonesia. (fadlik al iman)
