Waktu yang Sebenarnya
JIKA saja waktu diukur sebagai
sebuah rentang maka sebenarnya ia hanyalah sebuah ruang untuk suatu proses.
Dan, pada hakekatnya kehidupan ini adalah proses mengarungi lautan sang waktu
dengan gelombangnya yang tak pasti. Itulah waktu, ia dapat menjadi apa saja
dalam pengertian sebenarnya.
Rangkaian waktu membawa gerbang kehidupan. Di antara
rangkaian ini tersembunyi harapan dan strategi. Tapi, siapa mampu mengatur sang
waktu untuk suatu harapan berkepanjangan? Rencana indah hari ini, bisa saja
berubah menjadi mimpi menakutkan esok hari. Sang waktulah yang menjadi penentu.
Ia bisa menjadi sahabat yang baik, tapi suatu saat bisa menjadi seteru yang
kejam.
Mari kita menghitung waktu, bukan dengan detak jarum jam,
atau terbit tenggelamnya matahari. Tapi dengan hitungan nurani, dengan detak
perasaan. Dalam iramanya kita akan tersadar bahwa waktu hanyalah kenisbian
dalam ketidakpastian. Setelah itu kita akan berhenti menghitung hari ini dan
esok. Biarkan semuanya masuk ke dalam lingkaran waktu tanpa janji apapun.
Baca Juga
Lalu, kini dan nanti bukanlah waktu yang sebenarnya. Sebab
waktu adalah ruang yang sama. Ia tak pernah berubah. Hanya kitalah yang
berubah. Jadi, jangan pernah menyalahkan sang waktu.