- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
- MIND ID Dukung Penuh Swasembada Energi Sebagai Pilar Pembangunan
- Mineral Kritis Komponen Utama Energi Masa Depan, MIND ID Perkuat Ekosistem
- Gejolak Timur Tengah, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Pekerja dan Perkuat Mitigasi Operasional
- Panggung Hijau di Tengah Euforia, XLSMART Sulap Konser Jadi Ajang Zero Waste Berkelanjutan
Dua Jalur Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa Pulih, Pasokan Listrik ke Aceh Makin Andal
.jpg)
ACEH TAMIANG – PT PLN (Persero)
berhasil mengoperasikan jalur kedua pada jaringan transmisi 150 kilovolt (kV)
Pangkalan Brandan–Langsa pada Selasa, (30/12/2025). Pengoperasian ini
melengkapi jalur pertama yang telah lebih dahulu beroperasi untuk memperkuat
sistem interkoneksi Sumatra–Aceh pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor
di Sumatra.
Dengan beroperasinya dua jalur pada transmisi Pangkalan
Brandan–Langsa, keandalan pasokan listrik ke wilayah Aceh semakin kuat dan
stabil. Pencapaian ini menjadi bagian penting dari rangkaian pemulihan sistem
setelah sebelumnya PLN berhasil mengembalikan interkoneksi Sumatra yang sempat
terisolasi akibat bencana.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan
pengoperasian jalur transmisi strategis ini menjadi bagian penting dari langkah
pemulihan sistem kelistrikan serta penguatan infrastruktur transmisi
pasacabencana yang berdampak pada keandalan jaringan, khususnya di wilayah
Aceh.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang0
- Indonesia Perlu Pastikan Infrastruktur Hingga Protokol Tanggap Darurat Hadapi Risiko Hidrometeorolog0
- Penantian Setengah Abad, Semoga di 2026 Ada Peresmian Satu Ruas Trans Papua0
- Pelajaran dari Taipei-Taichung: Rasionalitas yang Hilang di Kereta Cepat Jakarta-Bandung0
- Kereta Khusus Petani dan Pedagang Bukti Komitmen Prabowo untuk Keadilan Ekonomi0
“Sejalan dengan arahan Pemerintah, PLN harus menghadirkan
sistem kelistrikan yang lebih andal guna mendukung pemulihan kehidupan
masyarakat pascabencana di Aceh. Beroperasinya jalur Pangkalan Brandan–Langsa
jalur 2 ini menjadi bagian penting dari langkah pemulihan sistem kelistrikan
dan penguatan transmisi pascabencana agar pasokan listrik ke wilayah Aceh
semakin andal,” ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan capaian ini tidak terlepas dari
kolaborasi erat antara tim PLN dengan para stakeholder di lapangan. “Sinergi
lintas pihak menjadi kunci percepatan di lapangan. Kami mengapresiasi
pemerintah daerah, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat yang membantu tim
PLN dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan,” imbuhnya.
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat
Pengaturan Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menjelaskan bahwa pengoperasian
jalur kedua transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan bagian dari upaya PLN
dalam memperkuat sistem, sehingga potensi gangguan bisa diminimalisir.
“Pengoperasian penuh transmisi Pangkalan Brandan–Langsa
memperkuat interkoneksi Aceh–Sumatra. Dengan sistem yang kembali berlapis,
stabilitas penyaluran daya dapat dijaga dengan lebih baik, sekaligus
mengantisipasi potensi gangguan ke depan,” jelas Amiruddin.
Sebelumnya, PLN juga telah mengoperasikan jalur kedua
transmisi Arun–Bireuen, melengkapi jalur pertama pada jalur tersebut.
Pengoperasian jalur-jalur strategis ini menjadi bagian penting dari rangkaian
pemulihan sistem kelistrikan Aceh pascabencana, khususnya pada sisi transmisi
sebagai penopang utama.
Amiruddin menambahkan, penguatan interkoneksi Aceh–Sumatra
tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi pascabencana, tetapi juga sebagai
fondasi untuk memastikan pasokan listrik dapat menopang kebutuhan masyarakat,
fasilitas vital, serta aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Sementara itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengapresiasi
kerja keras PLN dalam memulihkan dan memperkuat sistem kelistrikan Aceh.
Menurutnya, penguatan infrastruktur kelistrikan ini menjadi fondasi penting
untuk pemulihan pascabencana.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi
kepada PLN atas upaya berkelanjutan dalam memulihkan sekaligus memperkuat
keandalan listrik Aceh. Keandalan listrik ini sangat dibutuhkan untuk mendukung
aktivitas sehari-hari masyarakat, layanan publik, serta mendorong pemulihan
ekonomi daerah,” pungkas Fadhlullah.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

