- Infrastruktur Zaman Now, AHY Soroti Pentingnya Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
- Selama Ramadan Kementan Gencar Lakukan Sidak untuk Memastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman
- Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan
- Di Tengah Krisis Iklim, Norwegia Tekan Angka Deforestasi hingga Mendekati Nol
- Karbon Biru, Harta Karun Ekologis dari Pesisir untuk Masa Depan Bumi
- Di Balik Sunyi Pengabdian, Menjaga Amanah Merawat Kepercayaan
- Sensus Burung Air Serentak di Tiga Kawasan Pesisir Jakarta
- Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya
- Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia, Jaring Anak Muda Berprestasi
- 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS
Infrastruktur Zaman Now, AHY Soroti Pentingnya Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
AHY ingin ekosistem kreatif tumbuh di daerah karena itu setiap kota harus punya ruang kreatif

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir di tengah komunitas pemuda ekonomi kreatif yang tergabung dalam Forum Ekraf Banten, Sabtu (21/2/2026). (dok. Kemenkoinfra)
Di tengah hangatnya suasana Ramadan di Kota Serang, obrolan tentang masa depan justru terdengar makin relevan. Bukan soal politik tinggi atau proyek beton raksasa, melainkan tentang ruang-ruang ide, tempat anak muda bisa tumbuh, berekspresi, dan menciptakan peluang.
Situasi itulah yang terjadi pada Sabtu sore, (21/2/2026) saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir di tengah komunitas pemuda ekonomi kreatif yang tergabung dalam Forum Ekraf Banten. Agenda Safari Ramadan pun berubah jadi ruang diskusi yang cair, penuh gagasan, dan jauh dari kesan formal yang kaku.
Baca Lainnya :
- Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan0
- Di Tengah Krisis Iklim, Norwegia Tekan Angka Deforestasi hingga Mendekati Nol0
- Karbon Biru, Harta Karun Ekologis dari Pesisir untuk Masa Depan Bumi0
- Di Balik Sunyi Pengabdian, Menjaga Amanah Merawat Kepercayaan0
- Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya 0
Dalam dialog tersebut, AHY menegaskan satu hal penting, infrastruktur hari ini tak lagi sebatas aspal, beton, atau jembatan megah. Infrastruktur juga berarti menyediakan ruang bagi kreativitas.Menurutnya, generasi muda butuh lebih dari sekadar akses fisik. Mereka butuh creative hub, ruang kolaborasi yang bisa jadi titik temu ide, inovasi, dan peluang bisnis. Tempat nongkrong produktif yang bukan cuma estetik buat konten, tapi juga punya dampak nyata.
“Semangatnya, pemerintah ingin menghadirkan creative hub di setiap kota sebagai pusat yang menjembatani kreativitas lintas generasi. Kita punya banyak potensi. Indonesia dikenal dengan keberagaman, budaya, dan kekhasan lokal yang unggul. Tinggal bagaimana kita mengemasnya,” ungkap AHY.
Menurutnya, Indonesia dengan keberagaman budaya dan kekayaan lokalnya, punya modal besar. Tinggal bagaimana dikemas dengan cara yang relevan dan menjual. Setidaknya, Indonesia memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, film, musik, animasi, sampai pengembangan aplikasi dan game. Di mata AHY, inilah mesin pertumbuhan baru.
Ketika dunia mulai mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti tambang dan sumber daya alam, ekonomi berbasis kreativitas dinilai sebagai jalan masa depan. Ide, inovasi, dan kreativitas menjadi “tambang” baru yang tak akan habis digali. Bagi Gen Z dan milenial, ini seperti validasi, hobi bisa jadi profesi, passion bisa jadi penghasilan, dan kreativitas bukan lagi sekadar pelarian, melainkan peluang.
Yang menarik, diskusi itu tak berhenti sebagai wacana. Dalam kesempatan yang sama, AHY melakukan panggilan video dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, untukmenjembatani langsung aspirasi pelaku ekraf Banten. Langkah itu memberi sinyal bahwa obrolan sore tersebut tidak ingin menguap begitu saja. Ada upaya konkret agar ide-ide yang muncul bisa ditindaklanjuti.
Selain itu, AHY juga menekankan bahwa pembangunan harus adaptif. Artinya, fasilitas publik ke depan bukan hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas ide. Ruang kreatif, pusat inovasi, dan ekosistem kolaboratif perlu masuk dalam prioritas.
Bayangkan jika di setiap kota ada ruang terbuka yang bisa dipakai komunitas untuk workshop, pameran, diskusi, produksi konten, hingga inkubasi bisnis. Bukan mustahil ekonomi lokal akan bergerak lebih cepat. Peean tegas dalam diskusi itu adalah masa depan ekonomi Indonesia bisa lahir dari ruang-ruang diskusi kecil, dari komunitas, dari anak-anak muda yang berani berpikir beda.Karena pada akhirnya, membangun negeri bukan cuma soal membangun jalan. Tapi juga membangun ruang, tempat mimpi bisa dirancang, diuji, dan diwujudkan.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

