- Pemerintah Atur Skema Pembelajaran Saat Ramadan 2026 Lebih Adaptif dan Humanis
- Viral Kisah Punch, Bayi Kera Kesepian yang Menemukan Ibu dalam Sebuah Boneka
- Antara Lari dan Seni, Saat Kecepatan Jadi Inspirasi
- Mentan Ajak HIPMI Dongkrak Pertanian Indonesia Naik Kelas ke Panggung Dunia lewat Hilirisasi
- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
Instalasi Kucing Reflektif Karya Syakieb di Ajang Provoke Jakarta 2025
.jpg)
Wakil
Gubernur Jakarta Rano Karno saat opening Jakarta Provoke 2025
INSTALASI seni Syakieb Sungkar
mengimajinasikan kucing yang menebarkan rasa kehangatan dan intimasi dan
mengundang apresiannya untuk reflektif menyambut dunia kucing yang unik,
nyentrik sekaligus reflektif.
Baca Lainnya :
Syakieb membuat sejumlah patung kucing, instalasi objek-objek seni dan tempat bermain ayunan sebagai ungkapan ikatan dan rasa relasi kucing dan manusia-manusia. Syakieb berharap itu adalah ruang kontemplastif meski berbinar warna. Instalasi itu dihelat di ajang peristiwa Jakarta Provoke dari 19 Juni sampai 3 Juli 2025 di Pos Bloc, Jakarta bersama belasan seniman lain.
1.jpg)
Pengunjung mencoba ayunan di karya instalasi kucing Syakieb Sungkar
pada pening event Jakarta Provokev 2025
“Objek kucing-kucing instalatif itu tak sekadar objek
estetis, melainkan entitas yang menghidupkan kembali kerinduan dalam narasi
surealistik tentang manusia dengan intimasinya terhadap sahabat, dunia dan
dongeng-dongeng imajinatif,’’ ujar perupa Syakieb Sungkar.
Syakieb ingin membagi pengalaman privatnya dengan apresian
seni dengan dunia kucing, tentang imajinasi figur manusia-kucing menyatu antara
kepala kucing dan badan manusia dan pecinta seni bisa langsung mendapatkan
sensasi-sensasi inderawi yang tak terlupakan.
“Apresian seni semoga terpikat dengan rasa ingin tahunya
sendiri, mengalami kedekatan dengan binatang peliharaan seolah memadukan
realitas dan mimpi,” kata Syakieb Sungkar menambahkan.
Di Jakarta Provoke, instalasi Syakieb membeda dan
menyajikan dunia sebagai sebuah perwakilan dengan sensasi pengalaman, serta
membangun ruang berbagi untuk apresiannya.
Sementara, Syakieb mengaku bahwa gambaran surrealistik kota
ini makin berkembang pesat dan hiruk pikuk namun ironinya manusia makin
terasing; maka solusinya mencari kedekatan yang tak bisa diberikan oleh sesama.
Seturut kurator pameran, Anna Sungkar, instalasi berupa
patung di ruang khusus ini merefleksikan dari hubungan yang tak terucapkan
antara manusia dan kucing. Dalam dunia yang mewakili kota Jakarta yang
digambarkan dengan karakter surealistik serta menyampaikan simbolisme yang
kaya.
“Manusia dan kucing berbagi ruang yang sama, tetapi sering
kali dalam skala yang berbeda. Kucing hadir sebagai sosok agung, penjaga emosi,
bahkan metafora dari jiwa yang mencari tempat bernaung,’’ imbuh Anna.
Para pengunjung instalasi seni ini di Provoke Jakarta
dipersilakan tak hanya melihat karya. Namun berinteraksi, memeluk objek seni,
merasai kehangatan, berswafoto atau justru merenungkan diri. “Semua hal di
ruang-ruang urban Jakarta itu, memberi pengunjung partisipasi dalam
pengalaman-pengalama privatnya memaknai seni dan keindahan keintiman bersama
objek kucing,’’ terang Anna.
Ana Sungkar juga menyebut bahwa seturut cendekiawan Graeme
Sullivan, praktik seni Syakieb menghasilkan visual knowing dan imaginative
knowing—yakni cara berproses berkarya sebagai penelitian atas bentuk,
hasilnya berupa imej-imej yang mempengaruhi sensori seniman terhubung dengan
perasaan kolektif inderawi dengan manusia lain, dalam hal ini apresian seninya.
Kucing-kucing dengan style pop-surealistik itu dengan
ilustrasi warna cerah dengan sentuhan komikal dan riang serta akrab memberi
ketenangan batin. Sementara, pengalaman inderawi apresian jika menyentuh karya
itu tersebut seolah simbol kehangatan fisikal, tatkala kucing berbulu lembut
dibelai dalam imajinasi mereka.
Fenomena ganjil dalam IG story, Video Tiktok dan layar-layar
smartphone memanggungkan narasi-narasi tentang kucing-kucing di Jakarta
telah diwujudkan oleh karya instalasi Syakieb itu. Menyentuh hati dan membuat
nyaman nalar dari jedah aktifitas keseharian hidup.
Sebagai apa yang dikatakan oleh Syakieb “Anda akan merasakan
kontradiksi keheningan dan kesepian dalam narasi, namun yang berciri berbinar
terang warna, gambaran yang jenaka, seolah ramai namun sebuah refleksi
manusiawi”.
'The Cats World', karya Syakieb Sungkar, Instalasi
seni, medium mixed media,
patung
poly resin, 4x5m2, 2025
Lukisan karya Syakieb Sungkar, 2025, yang telah
bertransformasi ke instalasi seni
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

