- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
Investasi Pasca panen, Pengusaha Penggilingan Padi Minta Kemudahan Kredit Bank

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Pertanian mendorong swasta untuk lebih besar berinvestasi di sektor pascapanen pertanian. Terutama di sektor sarana pengolahan.
Ketua Umum Persatuan Penggilingan dan Pengusaha Padi Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya telah berpikir ke sana, terutama menggunakan mesin pengering atau dryer. Karena tidak mungkin hanya menggunakan lantai jemur, terutama di tengah cuaca buruk seperti saat ini.
Selain itu keberadaan dryer juga akan memudahkan petani agar tidak terjadi pergerakan ke tempat lain. "Nah supaya bisa memiliki pengering tentunya kan tidak murah," katanya kepada Republika, Rabu (1/3).
Dengan harga yang tidak murah, perlu adanya kredit bagi para pengusaha. Ia pun meminta adanya bantuan dari pemerintah meski tidak harus bantuan langsung. Misalnya, ia melanjutkan, bagaimana untuk mempermudah kredit dari perbankan juga dengan murah.
Selain itu, pihaknya juga meminta adanya kemudahan Perpadi menjadi mitra Bulog. "Jadi ini yang selama ini kami suarakan ke pemerintah," tegasnya.
Investasi pada alat pengering diakui Sutarto tetap menguntungkan meski mesin tersebut tidak kerja terus menerus sepanjang tahun. Namun, keberadaan dryer diperlukan untuk mengamankan produksi pada saat tertentu seperti saat musim penghujan. "Jadi supaya mereka ini mampu menghasilkan produk yang baik," katanya.
sumber : republika.co.id
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

