- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Kementrans-Pandutani Indonesia Tandatangani MoU Sinergi Program Transformasi Transmigrasi

JAKARTA - Terobosan besar dilakukan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan organisasi Pandutani Indonesia (Patani) dalam mengakselerasi perekonomian kawasan transmigrasi di Indonesia. Kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua belah pihak resmi terjalin usai penandatangan naskah MoU, di Kantor Kementrans di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Penandatanganan MoU tentang Sinergi Program Transformasi Transmigrasi Dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi itu disaksikan langsung Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanegara. MoU ditandatangani Ketua Umum Pandutani, Sarjan Tahir dan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementrans Sigit Mustofa Nurudin.
Dalam acara tersebut, dari pihak Kementrans juga hadir Danton Ginting Munthe (Sekretaris Jenderal Kementrans), Raden Muhammad Zulkipli (Tenaga Ahli), serta para direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi.
Sementara dari Pandutani, ikut hadir Andi Yazi (Sekjen), Marsda TNI Purn M Harpin Ondeh (Koordinator Patani Wil Indonesia Timur), Nana Riwayatie (Koordinator Patani Wil Jawa), Julia Pupella (Koordinator Patani Wil Sulawesi, Hadidjah Samad (Koordinator Patani Wil Sulsel), Dr Ihsan (Koordinator Teknis), Djoko Nugroho (Koordinator Patani Wil Sumatera dan Kalimantan), Nata Martinus (Koordinator Karbon), Hendri Irawan (Koordinator Media Patani), dan Anggun Pratiwi (Staf Sekretariat Patani).
Adapun ruang lingkup MoU yakni pertukaran dan pemanfaatan dan/atau informasi dalam mendukung program transformasi transmigrasi. Lalu, penyelenggaraan kegiatan koordinatif dan sosialisasi skala lokal dalam mendukung program transformasi transmigrasi serta dukungan komunikasi publik dan penguatan partisipasi masyarakat secara berkeadilan.
Kemudian dukungan percepatan pembangunan dan pengembangan program transformasi transmigrasi meliputi kegiatan pertanian, perindustrian, dan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan. Terakhir, kegiatan lain yang disepakati para pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Sejak awal berdiri pada 17 Agustus 2008, Pandutani Indonesia ini memang fokus pada pemberdayaan petani, nelayan dan para pelaku UMKM. Bagaimana caranya memerdekakan petani, hingga ekonominya maju dan sejahtera. Pandutani juga berupaya menghadirkan pertanian berkelanjutan, salah satunya penanganan emisi karbon yang bisa diterapkan di kawasan transmigrasi," ujar Ketua Umum Pandutani Indonesia, Sarjan Tahir.
Setali tiga uang, Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanegara juga sepakat bahwa petani harus merdeka. Untuk itulah, kata Iftitah, program transmigrasi harus bertransformasi, tidak hanya sebatas memindahkan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia.
"Dalam konteks program transformasi transmigrasi warga transmigran untuk berkolaborasi dengan para stakeholders, tidak lagi bergantung sepenuhnya dengan pembiayaan dari pemerintah," ujar Iftitah dalam sambutannya.
"Kita minta Pandutani untuk membantu menyiapkan para transmigran, bagaimana nantinya bersama membangun kawasan ekonomi yang terintegrasi. Warga trasmigran bisa mandiri, lebih berkarakter dan bertanggungjawab," sambung Iftitah.
Dalam kesempatan tersebut, Iftitah juga sempat menyinggung program Transmigran Patriot yang saat ini tengah dimatangkan konsepnya oleh Kementrans bersama pihak terkait lainnya. "Program ini bertujuan melibatkan generasi muda untuk mengelola dan mengembangkan kawasan transmigrasi. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak warga transmigran, tetapi juga yang memiliki semangat bela negara untuk membangun Indonesia," tuturnya.
“Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya melalui Program Beasiswa Patriot, anak-anak muda akan kami seleksi dahulu. Seperti yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” ucap Iftitah.
Diketahui, Kementrans dan LPDP berencana meluncurkan Program Beasiswa Patriot pada 2025 sebagai bagian dari Program Transmigrasi Patriot. Program ini ditujukan untuk generasi muda dengan minat di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Dilansir dari Antara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro siap mendukung beasiswa LPDP Patriot. “Ini cita-cita yang mulia, kami siap dukung,” kata Satryo pada Minggu (19/1/2025).
Setelah lulus seleksi, penerima Beasiswa Patriot menjalani pendidikan dasar militer selama 1,5 bulan dan pelatihan sebagai tentara cadangan. Setelah itu, ditempatkan di kawasan transmigrasi selama 3 bulan untuk tinggal bersama keluarga asuh.
Beasiswa ini mencakup jenjang S1, S2, dan S3 di bidang STEM, dengan pilihan universitas ternama atau kursus singkat. Setelah selesai studi, peserta ditempatkan kembali di kawasan transmigrasi selama 10 tahun, dengan sanksi jika melarikan diri. (hendri irawan)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

