Logo Porosbumi
16 Jun 2026,
16 June 2026
LIVE TV

LPK Kana Bintang Sertifindo Hadirkan Pelatihan HSES Level 1 Bersertifikat Resmi

PorosBumi 16 Jun 2026, 20:57:50 WIB
LPK Kana Bintang Sertifindo Hadirkan Pelatihan HSES Level 1 Bersertifikat Resmi

LPK Kana Bintang Sertifindo (KBS Training Centre) resmi meluncurkan program pelatihan Health, Safety, Environment and Security (HSES) Level 1 sebagai program pelatihan keselamatan kerja terbaru bagi calon tenaga kerja maupun pekerja industri.

Pelatihan perdana tersebut digelar pada Senin (15/6/2026) di Komplek Ruko Grand Tiban Koperasi No. 5, Tiban, Batam, dan diikuti oleh 15 peserta sebagai angkatan pertama.

Seluruh peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan oleh KBS Training Centre serta diakui oleh Dinas Tenaga Kerja.

Direktur PT Kana Bintang Sertifindo sekaligus instruktur utama, asesor BNSP, dan Ahli K3 Spesialis, Teuku Nanda Fulizar, S.T., menyampaikan bahwa HSES Level 1 merupakan inovasi terbaru perusahaan dalam menghadirkan pelatihan keselamatan kerja yang lebih komprehensif.

Program ini menggabungkan empat aspek utama, yakni kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan keamanan ke dalam satu kurikulum terpadu.

“HSES Level 1 adalah program terbaru dari kami. Pelatihan ini dirancang sebagai bekal dasar bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan industri. Seluruh aspek dasar kami rangkum menjadi satu, sehingga peserta memiliki pondasi yang kuat sebelum terjun langsung ke dunia kerja,” ujar Teuku Nanda.

Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pagi hingga sore hari, dengan memadukan metode penyampaian teori dan pengenalan praktik dasar.

Peserta dibekali materi yang meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan pengenalan bahaya dan Penilaian Risiko (HIRA).

Lalu, investigasi kecelakaan kerja, dasar pencegahan kebakaran, Sistem Manajemen K3 (SMK3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Analisis Keselamatan Kerja (JSA), Izin Kerja (PTW), identifikasi sumber bahaya di tempat kerja, hingga pembentukan Tim Tanggap Darurat (ERT).

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis peralatan yang umum digunakan di lingkungan industri, seperti pesawat angkat-angkut, peralatan produksi, tabung gas, instalasi kelistrikan, serta sistem proteksi kebakaran beserta potensi bahayanya.

“Kami lebih menekankan pemahaman konsep dasar. Tujuannya agar peserta memahami kerangka utama dunia K3, sebelum nantinya melanjutkan ke materi yang lebih spesifik. Di akhir sesi, kami juga memberikan gambaran mengenai jenjang karier di bidang keselamatan kerja, sehingga peserta memiliki arah yang jelas untuk mengembangkan kompetensinya,” jelasnya.

Untuk menjamin kualitas pembelajaran, KBS Training Centre menurunkan empat instruktur yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang masing-masing. Teuku Nanda Fulizar membawakan materi HIRA, SMK3, serta pengenalan peralatan kerja industri.

Adapun materi mengenai regulasi ketenagakerjaan disampaikan oleh Pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara itu, materi penanggulangan kebakaran disampaikan oleh Agus Hendrik Panggabean, praktisi K3 bersertifikasi BNSP dan Kementerian Ketenagakerjaan. Sedangkan aspek keselamatan kelistrikan dibawakan oleh Bobby Chandra, praktisi yang telah berpengalaman di bidang electrical safety.

Teuku Nanda menambahkan bahwa pelatihan HSES Level 1 ini merupakan tahap awal dari sistem pendidikan berjenjang yang telah disiapkan. Pihaknya membatasi jumlah peserta maksimal 15 orang per angkatan agar pendampingan dan kualitas penyampaian materi dapat berjalan secara maksimal.

“Setelah menyelesaikan HSES Level 1, peserta dapat melanjutkan ke jenjang HSES Level 2 dengan materi yang lebih mendalam, hingga HSES Level 3 yang dikhususkan bagi tenaga profesional yang bekerja di sektor berisiko tinggi seperti industri migas dan lepas pantai,” paparnya.

Ia berharap program ini dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di berbagai sektor industri.

“Kami ingin melahirkan SDM yang tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar memahami dan menerapkan budaya keselamatan kerja. Di tengah perkembangan teknologi dan industri yang semakin pesat, kompetensi di bidang K3 akan terus menjadi syarat utama yang dibutuhkan dunia kerja,” pungkasnya.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```