- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Mahasiswa UNY Ciptakan Aplikasi G-Waqf, Inovasi Wakaf Hijau untuk Solusi Ekologis Islam

YOGYAKARTA – Dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Marlita Wulansari dan Anisa Rahmawati, berhasil menciptakan sebuah inovasi digital bernama G-Waqf. Aplikasi ini digagas sebagai terobosan baru dalam pengelolaan green waqf atau wakaf hijau, sebuah instrumen filantropi Islam yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Lahir dari keresahan terhadap isu perubahan iklim, deforestasi, serta krisis energi dan air bersih, aplikasi G-Waqf hadir untuk menjembatani masyarakat agar dapat berkontribusi nyata melalui wakaf berbasis digital. “Kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya memudahkan masyarakat dalam berwakaf, tetapi juga memastikan transparansi, akuntabilitas, dan dampak ekologis yang nyata,” jelas Marlita Wulansari, ketua tim pengembang.
G-Waqf dirancang dengan model pengembangan dan menghadirkan beragam fitur inovatif, di antaranya layanan pendanaan green waqf untuk proyek ramah lingkungan seperti reforestasi, energi terbarukan, dan penyediaan air bersih. Aplikasi ini juga untuk laporan transparansi digital, sehingga para wakif dapat memantau aliran dana dan perkembangan proyek secara langsung.
Selain itu, aplikasi G-Waqf juga untuk edukasi interaktif, berupa artikel, video pembelajaran, hingga mentoring terkait wakaf hijau, serta kalkulator hijau untuk mengukur jejak karbon dan memberikan edukasi gaya hidup ramah lingkungan.
“Dengan aplikasi ini, kami ingin mengintegrasikan nilai ibadah dengan aksi nyata menjaga lingkungan," tambah Anisa Rahmawati, anggota tim.
Inovasi ini dalam skala regional akan diuji coba melalui pilot project di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, sebuah daerah dengan tantangan ekologi yang kompleks. Hasil awal menunjukkan potensi besar aplikasi ini untuk membantu program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.
G-Waqf juga telah melalui tahap uji kelayakan media dan materi, serta mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk akademisi, dan komunitas lokal. Melalui G-Waqf, Marlita dan Anisa berharap dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam wakaf hijau sekaligus mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih, iklim, dan lingkungan berkelanjutan.
“Harapan kami, aplikasi G-Waqf tidak hanya berhenti di tingkat regional, tetapi bisa dikembangkan secara nasional bahkan global sebagai solusi filantropi Islam dalam menjawab tantangan ekologi dunia,” tutup Marlita. (benni)
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

