- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
- MIND ID Dukung Penuh Swasembada Energi Sebagai Pilar Pembangunan
- Mineral Kritis Komponen Utama Energi Masa Depan, MIND ID Perkuat Ekosistem
- Gejolak Timur Tengah, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Pekerja dan Perkuat Mitigasi Operasional
- Panggung Hijau di Tengah Euforia, XLSMART Sulap Konser Jadi Ajang Zero Waste Berkelanjutan
- Ramadan Tanpa Khawatir, Telkomsel Siaga 24 Jam Temani Pelanggan hingga Idulfitri 2026
MIND ID Salurkan Sebanyak 100.000 Item Kebutuhan di Aceh Tamiang

Keterangan Gambar : Aktivitas masyarakat Aceh Tamiang mulai berdenyut paska bencana. (foto: Ant)
ACEH TAMIANG-Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai bangkit
pascabencana banjir yang merusak permukiman dan fasilitas umum. Setelah hampir
satu minggu terisolasi, akses transportasi kini kembali terbuka dan bantuan
kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak.
Selama masa terputusnya akses,
warga bertahan dalam keterbatasan. Makanan, pakaian, dan perlengkapan seadanya
menjadi tumpuan hidup sehari-hari. Seiring mulai berdatangannya bantuan pangan
pokok dan obat-obatan, masyarakat berangsur kembali untuk membersihkan rumah
serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya pemulihan.
Di tengah kondisi sulit tersebut,
semangat anak-anak Aceh Tamiang mencerminkan ketangguhan masyarakat. Mereka
menyambut para relawan dengan senyum dan pesan penuh harapan, seakan menegaskan
bahwa mereka sanggup melewati cobaan ini bersama. “Untuk teman-teman Aceh yang
juga terkena bencana, tetap semangat ya,” ujar anak-anak saat direkam oleh
Relawan MIND ID, Sabtu (20/12/2025).
Baca Lainnya :
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun0
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan0
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura0
- Eksekusi Rumah Warga Rosedale Tanpa UWTO dan Pakai Sertifikat Mati0
- Hadiri Pesta Rakyat 2 di Manado, AHY Tegaskan Pentingnya Pemerataan Pembangunan Kewilayahan0
Sebagai
bagian dari dukungan pemulihan masyarakat terdampak, Holding Industri
Pertambangan MIND ID menyalurkan tiga truk bantuan berisi sekitar 100.000 item
kebutuhan, meliputi vitamin, obat-obatan, serta perlengkapan dasar masyarakat.
Bantuan tersebut mencakup
multivitamin anak dan dewasa, susu, madu, obat batuk, demam, maag, alergi, flu,
diare, obat topikal, serta kebutuhan kebersihan seperti popok bayi dan dewasa,
tisu basah, dan tisu kering. Distribusi bantuan difokuskan ke Banda Aceh,
Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang.
Selain bantuan logistik, MIND ID
bersama seluruh Anggota Grup juga menjalankan program Employee Volunteering.
Melalui program ini, para karyawan diajak untuk terlibat langsung sejak proses
evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pendampingan pemulihan masyarakat di
berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra. Bantuan ini sebagai bentuk
kehadirkan MIND ID sebagai perusahaan bersama seluruh karyawannya untuk hadir
langsung, memberi bantuan tenaga dan semangat.
Koordinator Posko Paya Awe,
Akhiruddin, bercerita bahwa desanya sempat terendam banjir hingga setinggi dua
meter. “Kami hanya bisa mengungsi di balai pengajian. Tidak ada makanan sama
sekali, bahkan untuk anak-anak. Dampaknya bagi kami seperti tsunami kedua,”
ujarnya.
Menurutnya, bantuan yang datang
dari berbagai pihak, termasuk MIND ID sangat membnatu bagi masyarakat
terdampak. Meski akses untuk membeli bahan pangan sudah mulai terbuka, dukungan
dari luar masih sangat dibutuhkan.
“Sekitar 80 persen masyarakat
sudah kembali ke rumah, tetapi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, kelambu,
dan perlengkapan lainnya masih banyak yang kurang,” tambahnya.
Wakil Bupati Aceh Tamiang,
Ismail, memastikan bahwa akses transportasi antarwilayah kini telah kembali
terhubung, meski beberapa daerah terpencil masih hanya dapat dijangkau dengan
kendaraan roda dua.
“Alhamdulillah, seluruh warga
Tamiang sudah bisa kita antar bantuan makanan. Tidak ada yang terisolir,
walaupun belum sempurna. Kami terus berupaya agar rakyat tidak lapar,” katanya.
Corporate Secretary MIND ID Pria
Utama menyampaikan bahwa masyarakat kini mulai menemukan asa untuk kembali
bangkit dari bencana.
Menurutnya, hal ini merupakan
perkembangan yang baik, karena semangat dari masyarakat Adalah modal utama yang
perlu dijaga untuk dapat melanjutkan proses pemulihan dan bahkan bangkit dari
bencana.
“Kami bersama seluruh Anggota
akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan yang dibutuhkan, bukan
hanya untuk evakuasi, tetapi juga bantuan yang mendukung Kesehatan masyarakat
agar terus bertahan di masa sulit ini,” sebutnya.
Asa masyarakat Aceh dan Sumatra
perlahan menyala kembali. Kini saatnya kita bergandengan tangan, memastikan
setiap bantuan menjadi harapan nyata agar mereka dapat membangun kembali rumah,
kehidupan, dan masa depan yang lebih baik.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

