Pertamina Siaga Penuh, Jaga Denyut Energi Nasional di Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri 2026
Ketika jutaan umat Muslim di Indonesia menjalankan ibadah saat Ramadan dan Idulfitri 2026, PT Pertamina (Persero) telah mengibarkan bendera siaga. Bukan sembarang siaga, melainkan sebuah misi nasional yang diemban Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, demi memastikan setiap perjalanan mudik lancar, setiap dapur keluarga tetap mengepul, dan setiap kebutuhan energi terpenuhi di momen paling krusial ini.
Sejak 9 Maret hingga 1 April 2026, seluruh mata Pertamina tertuju pada satu tujuan, keandalan pasokan dan distribusi energi nasional. Ini bukan tugas yang ringan. Ramadan adalah bulan peningkatan konsumsi energi, dari kebutuhan rumah tangga yang melonjak hingga mobilitas masyarakat yang tumpah ruah saat arus mudik dan balik Lebaran. Namun, dengan pengalaman sukses saat Satgas Natal dan Tahun Baru 2025 sebagai fondasi, Pertamina melangkah maju dengan optimisme tinggi.
“Keberhasilan Satgas Natal dan Tahun Baru 2025 yang lalu menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri,” ungkap Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, saat Kick Off Satgas RAFI di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Baca Juga
Simon menekankan bahwa dengan persiapan yang matang, koordinasi lintas fungsi yang kuat, serta kolaborasi di seluruh lini operasional, Pertamina sangat optimistis mampu menjaga keandalan distribusi energi nasional. Simon tidak berlebihan. Periode Ramadan dan Idulfitri memang menjadi salah satu periode paling kritis. Konsumsi BBM meroket seiring padatnya jalanan oleh pemudik, kebutuhan LPG untuk masakan sahur dan berbuka meningkat tajam, begitu pula dengan gas untuk berbagai sektor. Semua ini menuntut antisipasi dan langkah strategis yang jauh ke depan.
Untuk itu, Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipatif yang komprehensif. Mulai dari early preparation yang teliti, penguatan koordinasi lintas fungsi di antara unit-unit operasional, hingga penguatan sistem monitoring dan mitigasi risiko di seluruh rantai pasok. “Ketersediaan BBM, LPG, dan gas selama Ramadan dan Idulfitri tetap aman dan mencukupi,” tegas Simon.
Layanan Ekstra dan Teknologi Canggih Menjamin Kenyamanan
Tak hanya memastikan pasokan tetap mengalir, Pertamina juga memahami bahwa kenyamanan masyarakat adalah kunci. Berbagai layanan tambahan disiapkan untuk mendukung kelancaran ibadah Ramadan dan perjalanan mudik Idulfitri. Bayangkan saja, di tengah hiruk-pikuk perjalanan, menemukan tempat istirahat yang nyaman atau stasiun pengisian bahan bakar yang selalu siap sedia adalah berkah tersendiri.
Di balik layar, seluruh operasional Satgas dipantau secara terintegrasi melalui Command Center dan Digital Monitoring System yang canggih. Sistem ini bukan sekadar memantau, melainkan menganalisis data secara real-time, bahkan melakukan predictive monitoring untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi. Forum koordinasi dan crisis center siap sedia mengambil keputusan cepat demi mengatasi setiap tantangan yang mungkin muncul.
“Pertamina akan terus hadir menjaga ketahanan energi nasional, memastikan BBM, LPG, dan gas tersedia serta distribusi berjalan lancar sehingga masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan penuh kedamaian,” janji Simon.
Lebih dari sekadar tugas operasional, Ramadan dan Idulfitri juga menjadi momentum bagi Pertamina untuk memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. “Ramadan Idulfitri adalah momentum menumbuhkan kebersamaan dan rasa saling percaya. Semangat inilah yang harus kita hadirkan dalam pelayanan kita kepada masyarakat,” pungkas Simon, memberikan penekanan pada aspek kemanusiaan dan spiritualitas di balik setiap tetes BBM, setiap tabung LPG, dan setiap liter gas yang didistribusikan.
Dengan kesiapan yang paripurna ini, Pertamina tidak hanya mengoperasikan sebuah satuan tugas, melainkan menghadirkan sebuah jaminan ketenangan. Agar masyarakat dapat fokus menjalankan ibadah, merajut kebersamaan, dan merayakan Idulfitri dengan suka cita, tanpa perlu risau akan kebutuhan energi.