- Di Rakortas Alih Fungsi Lahan, Mentan Serukan Jaga Sawah dan Perjuangkan Petani Desa Hutan
- Pertamina Group Boyong 35 Trofi PRIA 2026, Bukti Transparansi Komunikasi ke Publik
- Dari Dapur ke Langit, Ketika Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Masa Depan
- Baterai Kalsium Siap Menantang Litium, Jadi Alternatif Energi Terbarukan Masa Depan
- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
Pertamina-PTPN III Dorong Kawasan Ekonomi Hijau di Sei Mangkei
.jpg)
JAKARTA –
Pertamina melalui Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT
Perkebunan Nusantara III (Persero) bersinergi mengembangkan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 3 megawatt (MW) di Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Penandatanganan kerja sama antara
Pertamina NRE dan PTPN III (Persero) melalui perjanjian Bangun Guna Serah dan
pengembangan kapasitas energi baru terbarukan di wilayah KEK Sei Mangkei
berlangsung di Jakarta, pada Senin, 7 Juli 2025, dilakukan oleh Direktur Utama
Pertamina NRE John Anis dan Direktur Bisnis PTPN III (Persero) Ryanto
Wisnuardhy, serta disaksikan langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina
(Persero) Oki Muraza, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina
Agung Wicaksono, dan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina
(Persero) Oki Muraza mengatakan, Sinergi BUMN antara Pertamina dan PTPN III
(Persero) merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengembangan
teknologi energi hijau di Indonesia. “Harapannya, kolaborasi ini dapat
diperluas ke sektor lain seperti biodiesel, sustainable aviation fuel (SAF),
dan bioethanol, sehingga memperkuat ekosistem energi terbarukan nasional secara
menyeluruh," ujar Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina.
Baca Lainnya :
- Sepanjang 2024 Konsumsi Listrik Tumbuh 17,78 TWh0
- Unggul di Inovasi Bisnis, Pertamina Raih Penghargaan Asia Pacific Stevie Awards 20250
- Gas Bumi: Solusi Sementara atau Bukan Solusi Sama Sekali?0
- Jamal, Komandan Energi Terbarukan dari Dusun Bondan0
- Dorong Energi Bersih, Pertamina Manfaatkan Gas Suar Kilang Menjadi Listrik0
Direktur Utama Pertamina NRE, John
Anis mengatakan pengoperasian PLTS ini nantinya terdapat potensi nilai tambah
dari perdagangan karbon dimana untuk PLTS kapasitas 3 MW ini dapat menurunkan
emisi karbon sebesar 4.100 Ton CO2e/tahun atau setara 102,5 ribu Ton CO2 dalam
25 tahun masa kerja sama dengan Pertamina NRE.
“Harapannya, energi terbarukan
yang kami sediakan dapat memberikan nilai tambah bagi industri yang ada di KEK
Sei Mangkei. Kerja sama antara Pertamina dengan PTPN III (Persero) ini juga
turut mendukung realisasi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL),”
jelas John Anis.
John Anis menambahkan, Pertamina
NRE juga terus melakukan kajian dan inovasi terhadap pengembangan energi dengan
pemanfaatan tanaman, sehingga nantinya ekosistem energi berbasis Perkebunan
akan semakin besar yang bisa memberikan efek domino pada masyarakat dari segi
peningkatan ekonomi hingga kedaulatan energi Indonesia.
Selain PLTS dengan total kapasitas
terpasang 5 MW, Pertamina NRE dan PTPN III (Persero) juga telah bekerja sama
mengelola pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di KEK Sei Mangkei dengan
kapasitas terpasang 2,4 MW yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau palm
oil mill effluent (POME). Dari pengoperasian PLTBg ini ditargetkan memproduksi
kredit karbon dalam waktu dekat dengan volume mencapai 66 ribu Ton setara CO2.
Sementara itu, Direktur Bisnis
PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menjelaskan bahwa Energi Baru Terbarukan
(EBT) yang dihasilkan dari tenaga surya secara alami tidak akan habis, bahkan
berkelanjutan jika dikelola dengan baik, serta merupakan salah satu sumber
energi yang relatif efisien dari segi teknis dan biaya pengembangan. "PTPN
III (Persero) bersama Pertamina NRE telah dan akan terus mengoptimalkan
pemanfaatan EBT secara optimal di Indonesia,” terang Ryanto.
Kerja sama ini merupakan
kelanjutan dari proyek PLTS 2 MW yang telah beroperasi sejak 2021 di kawasan
yang sama. Pertamina NRE melihat keberlanjutan proyek ini sebagai model
kolaborasi ideal antara sektor energi dan perkebunan. Energi surya yang
dihasilkan juga mendukung ketahanan energi lokal serta menarik minat investor
yang mencari kawasan industri berbasis energi hijau.
Program berbasis energi ramah
lingkungan ini mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi
terbarukan nasional dan upaya menarik minat lebih banyak investor untuk
berinvestasi di KEK Sei Mangkei.
Pertamina sebagai perusahaan
pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero
emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung
pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut
sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di
seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

