Begini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Rakyat
PT Pertamina (Persero) terus
mengoptimalkan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di luar sektor
kelistrikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai sektor
kehidupan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan
panas bumi dalam rangka mengakselerasi transisi energi sekaligus mendukung
kemandirian energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad
Baron, menyampaikan bahwa sekitar 90 negara telah mengaplikasikan pemanfaatan
panas bumi sebagai energi alternatif untuk menopang aktivitas ekonomi
masyarakat. Pertamina NRE dan anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy,
Tbk (PGE), sudah mulai melakukan diversifikasi dari bisnis panas bumi, tidak
hanya di sektor kelistrikan tapi juga di luar kelistrikan (beyond electricity),
antara lain hidrogen hijau dan kredit karbon.
Bukan itu saja, pengembangan panas bumi terbukti turut
mendorong perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan secara langsung (direct
use) maupun tidak langsung (indirect use).
Baca Juga
“Sebagian besar pemanfaatan energi global berasal dari panas
bumi, namun porsi penggunaannya dalam bentuk energi tenaga listrik. Inisiatif
pengembangan beyond electricity PGE ini menjadi peluang besar bagi Indonesia
yang memiliki potensi geothermal melimpah,” ujar Baron.
Ia menambahkan, penggunaan energi panas bumi memiliki
berbagai keunggulan, antara lain lebih efisien, rendah emisi, ramah lingkungan,
serta mendukung keberlanjutan.
“Dengan cakupan pemanfaatan yang luas di berbagai sektor
ekonomi masyarakat, energi panas bumi menjadi salah satu solusi paling efektif
dalam mengoptimalkan energi terbarukan di sekitar Wilayah Kerja Geothermal
Pertamina,” imbuhnya.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi,
menjelaskan bahwa saat ini panas bumi telah dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat tanpa melalui konversi listrik, baik secara langsung maupun tidak
langsung.
“Uap panas bumi saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat
sekitar area panas bumi yang dikelola PGE melalui program pelibatan dan
pengembangan masyarakat atau community involvement and development (CID),
antara lain untuk perkebunan dan pertanian,” jelas Rika.
Salah satu program CID ikonik di PGE Area Kamojang, yaitu
kopi geothermal. Program ini merupakan salah satu yang memanfaatkan uap panas
bumi untuk pengeringan biji kopi, sehingga proses pengeringan menjadi lebih
cepat dan tidak tergantung cuaca.
Begitu juga program CID di PGE Area Ulubelu, yaitu
perkebunan Melon Hidroponik di perbukitan Pekon Muara Dua, Kabupaten Tanggamus,
Lampung yang memanfaatkan uap panas bumi untuk mengondisikan temperatur di
dalam green house, agar pertumbuhan tanaman melon lebih optimal dan
menghasilkan kualitas buah melon yang lebih baik.
Selain itu, di PGE Area Lahendong, Pertamina bekerja sama
dengan PT Gunung Hijau Masarang dalam memanfaatkan fluida panas bumi untuk
produksi gula aren yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Di Lahendong juga, petani menggunakan Pupuk Booster Katrili,
pupuk cair ramah lingkungan dan ekonomis yang dihasilkan dari endapan silika
dari fluida panas bumi. Produk ini diolah menggunakan teknologi mutakhir dan
telah membantu masyarakat untuk menyuburkan tanaman dan meningkatkan daya tahan
tanaman terhadap serangan hama.
“Energi bersih tidak hanya untuk listrik. Ada banyak cara
untuk mengoptimalkannya agar dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini
sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari energi
panas bumi demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di
Indonesia,” tutup Rika.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi
energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus
mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable
Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina
yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan
lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social &
Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi
dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
