Logo Porosbumi
31 Mei 2026,
31 May 2026
LIVE TV

Petani Tebu Blitar Dukung Percepatan Infrastruktur Untuk Capai Swasembada Gula Nasional

PorosBumi 31 Mei 2026, 19:46:05 WIB
Petani Tebu Blitar Dukung Percepatan  Infrastruktur Untuk Capai Swasembada Gula Nasional

PT Rejoso Manis Indo (RMI) resmi memulai musim giling tebu tahun 2026. Menariknya, dalam rangkaian acara pembukaan musim giling PG RMI ini adanya inisiatif dari para petani tebu blitar yang menjadi mitra RMI yang memanfaatkan momentum ini untuk membacakan deklarasi petani tebu Blitar.

Deklarasi ini menegaskan komitmen petani dalam mendukung keberhasilan swasembada gula nasional melalui peningkatan produksi dan penguatan kemitraan dengan industri gula.

Petani juga menilai, keberadaan PT Rejoso Manis Indo yang merupakan bagian dari Mitr Phol Group dan anggota dari Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) khususnya di wilayah Kecamatan Binangun, telah memberikan dampak positif.

Dampak positif yang ditimbulkan, di antaranya melalui kemitraan yang transparan dan berkelanjutan, termasuk dalam aspek kepastian pembelian, kejelasan harga, serta sistem pembayaran yang akuntabel.

Dalam pernyataannya, masyarakat petani tebu Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa daerah tersebut memiliki potensi yang signifikan dalam mendukung program swasembada gula nasional.

Peningkatan luas areal tanam, produktivitas, serta jumlah petani menjadi indikator positif perkembangan sektor tebu di wilayah tersebut.

Petani juga menilai keberadaan PT Rejoso Manis Indo–Mitr Phol Group, khususnya di wilayah Kecamatan Binangun, telah memberikan dampak positif melalui kemitraan yang transparan dan berkelanjutan, termasuk dalam aspek kepastian pembelian, kejelasan harga, serta sistem pembayaran yang akuntabel.

Dalam deklarasi tersebut disampaikan sejumlah harapan kepada Pemerintah Pusat guna memperkuat ekosistem industri gula nasional, meliputi percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan dari sentra produksi tebu menuju pabrik gula, khususnya pada jalur Brongkos – Jalan Lintas Selatan (JLS).

Lalu, penetapan kebijakan harga tebu yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan industri gula; dan Peningkatan akses terhadap pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kemudian, kemudahan dalam memperoleh pupuk subsidi maupun non-subsidi dengan harga yang terjangkau; Ketersediaan bibit tebu unggul yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat;

Berikutnya, penguatan program pendampingan dan pembinaan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas; Kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya yang berpihak kepada petani tebu dan industri gula berbasis tebu di Indonesia.

Ketua Patani (Pandu Tani) Indonesia Sarjan Tahir yang juga hadir dalam acara ini menyambut positif aksi deklarasi yang dilakukan para petani tebu blitar ini. Menurutnya Perkembangan di Blitar sangat pesat.

"Daerah ini memiliki identitas yang kuat sebagai sentra tebu dengan keberadaan pabrik gula yang menjadi penopang utama perekonomian. Karena itu, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai agar nilai ekonomi yang diterima petani semakin meningkat," ujar Sarjan.

Menurutnya, deklarasi ini sejalan dengan arahan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai pentingnya pembangunan konektivitas dan infrastruktur terintegrasi.

Hal ini guna mendukung pencapaian swasembada pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan ini sesuai dengan instruksi presiden Republik Indonesia nomor 11 tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan para menteri terkait agar dukungan pemerintah pusat dapat hadir secara optimal di wilayah ini.

Harapannya, para petani dapat merasakan langsung manfaat pembangunan infrastruktur sebagai nilai tambah bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan mereka.

"Tidak menutup kemungkinan kami juga akan melibatkan Kementerian Transmigrasi, mengingat saat ini sudah berkembang konsep transmigrasi lokal, misalnya perpindahan penduduk antar-kecamatan," tutur Sarjan.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dapat semakin dipacu sehingga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

"Potensi yang dapat dikembangkan juga sangat beragam, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pariwisata dan sektor-sektor lainnya. Saya kira hal ini akan menjadi nilai tambah yang besar bagi daerah," tukasnya.

Dalam rangkaian kegiatan deklarasi tersebut dilanjutkan dengan penyelenggaraan Opening Ceremony Crushing Season 2026 yang dikemas dalam tradisi “Manten Tebu”. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasional giling tahun 2026 sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional.

Acara dihadiri oleh jajaran manajemen, mitra petani tebu, pemangku kepentingan, serta perwakilan pemerintah. Dalam musim giling tahun ini, perusahaan menargetkan pengolahan tebu milik petani sebesar 1,55 juta ton dengan tingkat rendemen mencapai 8 persen.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, perusahaan telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) serta menargetkan produksi gula kristal putih sebesar 128.000 ton.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri gula nasional, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Program Swasembada Gula Nasional.

Melalui pelaksanaan Opening Ceremony Crushing Season 2026 ini, PT Rejoso Manis Indo – Mitr Phol Group menegaskan optimisme terhadap kelancaran operasional musim giling tahun 2026 serta komitmen dalam memperkuat kolaborasi antaraperusahaan, petani, dan pemerintah guna mewujudkan kemandirian gula nasional.




Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```