Logo Porosbumi
08 Okt 2026,
08 October 2026
LIVE TV

Puluhan Wisatawan Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau

PorosBumi 08 Okt 2026, 16:56:11 WIB
Puluhan Wisatawan Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau

PULUHAN wisatawan terpantau mendaki lereng Gunung Anak Krakatau (GAK) meski kawasan tersebut masih berada dalam pengawasan ketat karena aktivitas vulkanik dan aturan keselamatan yang berlaku.

Aktivitas para wisatawan tersebut diketahui setelah tim pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  tengah melakukan pengawasan di kawasan Gunung Anak Krakatau, pada Minggu (4/10/2026).

Sejumlah orang terlihat berada di lereng gunung, bahkan melakukan swafoto dan merekam aktivitas mereka. Padahal, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang aktivitasnya dapat berubah sewaktu-waktu.

Mengetahui kehadiran petugas, para wisatawan tersebut kemudian turun dari lereng Gunung Anak Krakatau dan meninggalkan kawasan tersebut. Identitas maupun asal seluruh wisatawan yang berada di lokasi belum diketahui secara rinci.

Ketika kejadian tersebut berlangsung, status gunung masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas sebelumnya telah mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah aktif.

Diduga rombongan wisatawan itu menggunakan kapal sewaan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya mendekati Gunung Anak Krakatau. Namun, belum diketahui pasti bagaimana mereka bisa memasuki kawasan yang dilarang tersebut.

"Kemungkinan menggunakan kapal dari arah Sebesi. Untuk bagaimana mereka bisa sampai ke sana masih kami dalami," ujar Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi.

Menyusul kejadian itu, Pos Pantau Gunung Anak Krakatau telah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pariwisata hingga Pemerintah Daerah untuk memperketat pengawasan dan mengintensifkan sosialisasi kepada wisatawan.

"Kami sudah meminta agar semua pihak terus mengingatkan masyarakat dan wisatawan supaya tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya pemerintah kecamatan juga telah mengeluarkan imbauan di kawasan Dermaga Canti," katanya.

Sebagai catatan, memaksakan diri mendekati kawasan terlarang seperti Gunung Anak Krakatau yang tengah erupsi, demi mendapatkan foto atau pengalaman wisata justru dapat meningkatkan risiko bagi keselamatan diri dan tim penyelamat.

Berdasarkan rekomendasi keselamatan yang berlaku saat ini, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Pembatasan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya vulkanik, termasuk lontaran material pijar, awan panas, aliran lava, dan hujan abu.

Tim pemantau juga mengingatkan bahwa kondisi gunung yang terlihat tenang tidak dapat dijadikan alasan untuk memasuki kawasan terlarang.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena kawasan Gunung Anak Krakatau juga merupakan kawasan konservasi. BKSDA Bengkulu-Lampung sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan patroli untuk mencegah wisatawan maupun operator perjalanan memasuki area yang dibatasi.

BKSDA mengingatkan bahwa aktivitas wisata di kawasan yang dilarang tidak hanya berisiko terhadap keselamatan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Langkah pencegahan telah dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, operator kapal, pemandu wisata, serta patroli bersama aparat.

Karena itu, wisatawan diminta tidak memaksakan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau ketika akses sedang ditutup atau dibatasi.

Gunung Anak Krakatau memiliki daya tarik wisata karena sejarah dan karakter vulkaniknya. Namun, status sebagai gunung api aktif membuat kawasan tersebut berbeda dari destinasi wisata biasa.

Wisatawan sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan. Larangan memasuki zona bahaya harus dipatuhi karena kondisi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```