Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood

By abdul aziz 28 Nov 2025, 17:43:36 WIB Ekonomi
Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood

Keterangan Gambar : Manajemen RAFI Pada Publik Ekspos 2025- RAFI


JAKARTA-PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) tengah mengembangkan lini usaha baru di sektor agrifood. Langkah itu menjadi arah perseroan tahun 2025-2026 guna ikut serta dalam program ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama SKB Food Eko Pujianto mengatakan arah strategis Perusahaan dilandasi tema “Lebih Berdampak dan Lebih Bernilai” untuk memperkuat bisnis yang telah digeluti sehingga secara fundamental semakin kokoh.

”Arah strategis ini merupakan pilar untuk mencapai visi besar SKB Food sebagai integrated food company baik untuk agrifood maupun seafood. Perseroan menempatkan diri sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan nasional,” ucapnya pada Public Expose SKB Food 2025 secara daring, Jumat(28/11/2025)

Baca Lainnya :

Secara umum, Perseroan menjelaskan fokus utama pada penguatan fundamental, efisiensi operasional, serta pengembangan lini usaha baru di sektor agrifood dan peternakan. Perseroan melihat peluang signifikan pada komoditas buah-buahan lokal melalui perbaikan proses pascapanen, standardisasi kualitas, dan integrasi distribusi.

Pada saat yang sama, rencana pengembangan sektor unggas diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pasokan daging ayam dan mendukung ketahanan pangan nasional. Manajemen SKB Food melihat hasil peternakan di Indonesia terutama unggas memiliki potensi besar di tengah tekanan komoditas impor.

Inisiatif ini pada satu sisi merupakan langkah strategis Perseroan untuk memerkuat kapasitas dalam menyediakan bahan pangan berkualitas, memerluas rantai pasok, serta meningkatkan aspek profitabilitas Perusahaan.

Meski begitu, Eko Pujianto menjelaskan bahwa di sisi lain ada aspek yang tidak kalah penting yaitu meningkatkan daya saing komoditas lokal. ”Ketahanan pangan nasional harus diraih dan diupayakan bersama. SKB Food berinisiatif menjadi bagian dari upaya ini yang diharapkan menciptakan nilai dan dampak positif secara lebih luas.”

Sementara itu, sepanjang 2025, Perseroan menilai bahwa industri makanan, minuman, dan waralaba masih menghadapi dinamika biaya dan permintaan yang mempengaruhi kinerja hingga kuartal ketiga 2025. Meskipun demikian, SKB Food tetap menjaga stabilitas operasional melalui konsolidasi bisnis inti, optimalisasi rantai distribusi, dan penataan portofolio usaha.

Pendapatan SKB Food sampai dengan kuartal ketiga 2025 adalah sebesar Rp135,035 miliar serta masih mencatatkan rugi bersih Rp23,010 miliar. Kontributor utama pendapatan terutama adalah dari komoditas ikan sebesar Rp69,899 miliar, komoditas beras sebesar Rp46,003 miliar, penjualan melalui Lazizaa Rahmat Semesta (LRS) sebesar Rp12,689 miliar, dan bahan baku – kebab sebesar Rp3,832 miliar.

”SKB Food percaya bahwa ketangguhan bisnis bukan hanya diukur dari kinerja jangka pendek melainkan dari kemampuan beradaptasi dan memberikan manfaat lebih luas. Dengan memasuki agrifood dan peternakan, SKB Food mengakselerasi transformasi dari sekadar berbasis trading dan operator F&B menjadi perusahaan pangan terintegrasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi petani, peternak, dan konsumen,” ungkap Eko Pujianto.

Selain itu, pada 2026 SKB Food juga akan melakukan digitalisasi dan penggunaan Sistem IT dalam perluasan jaringan distribusi dan rantai pasok. Mencakup produk pangan dan non-pangan. Perseroan juga akan membangun lebih banyak brand seperti Rafi Express, Rafina (produk beras), EsKabeh (Seafood), dan Sedap Kesayangan Boenda (Sekeboen) yang merupakan produk makanan siap santap (ready to eat).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment