Selama Ramadan Kementan Gencar Lakukan Sidak untuk Memastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman
Sidak dilakukan untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali hingga Idulfitri

By Yani Andriyansyah 25 Feb 2026, 00:02:21 WIB Pangan
Selama Ramadan Kementan Gencar Lakukan Sidak untuk Memastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman

Keterangan Gambar : Kementan gencar melakukan sidak selama Ramadan untuk memastikan harga dan pasokan kebutuhan pokok tetap aman hingga Idulfitri. (dok.kementan)


Ramadan selalu menghadirkan denyut yang berbeda di pasar-pasar tradisional. Aroma daging segar, ayam potong yang bergantungan rapi, hingga tumpukan telur yang diburu pembeli menjadi pemandangan yang akrab menjelang waktu berbuka. Di tengah lonjakan kebutuhan itu, satu hal paling sensitif adalah harga.


Tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memilih tak sekadar memantau dari balik meja. Inspeksi mendadak (sidak) gencar digelar di berbagai daerahmulai Depok, Bogor, BekasiBandung, hinggaYogyakarta. Tujuannya, untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali hingga Idulfitri.

Baca Lainnya :


Di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka misalnya, sidak pada 22 Februari 2026 menunjukkan situasi yang relatif tenang. Telur berada di kisaran Rp31.000–Rp32.000 per kilogram. Daging ayam dijual Rp37.000–Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram.Ayam di tingkat pedagang terpantau melimpah. Distribusi terus diperkuat agar harga tak melonjak saat permintaan memuncak. 


Seperti dilansir laman resmi Kementan, Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menyebut harga masih dalam batas wajar. Rata-rata daging ayam tetap berada di rentang yang sesuai acuan. Artinya, setidaknya di Depok, dapur-dapur rumah tangga masih bisa bernapas lega.


Sementara di Bandung, pemantauan dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. RPH MBC memotong rata-rata 15 ekor sapi per hari, dengan stok sapi siap potong yang cukup. Harga karkas di RPH berada di angka Rp105.000–Rp107.000 per kilogrammasih dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP). Namun di tingkat pedagang, daging sapi dijual Rp130.000–Rp140.000 per kilogram. Untuk bagian has, harga menyentuh Rp150.000 per kilogram, sekitar 7 persen di atas HAP.


Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan kenaikan bukan berasal dari hulu. Harga di RPH masih stabil. Kenaikan lebih banyak terjadi di mata rantai distribusi dan margin pedagang tingkat kedua. Daging ayam di Bandung tercatat Rp42.000 per kilogram, sedikit di atas HAP Rp40.000. Ayam hidup di kandang berada di kisaran Rp22.500–Rp23.000 per kilogram, sementara telur Rp29.500 per kilogram—masih di bawah acuan. Pelaku usaha pun menyatakan komitmen menjaga harga tetap rasional. Tidak ada alasan daging sapi melambung di atas Rp140.000 per kilogram jika pasokan aman.


Sedangkan di Yogyakarta, sidak menyisir Pasar Beringharjo, Kranggan, Terban, hingga Colombo. Harga daging sapi berada di rentang Rp125.000–Rp135.000 per kilogram. Harga karkas di RPH Giwangan dan Segoroyoso Bantul berkisar Rp95.000–Rp100.000 per kilogram. Sementara daging ayam dijual Rp38.000–Rp40.000 per kilogram. Telur Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Untuk ayam layer, harga hidup di kandang Rp23.000 per kilogram dan Rp26.000 di pedagang. Tak ada lonjakan signifikan. Pasar bergerak wajar, mengikuti hukum permintaan dan penawaran tanpa gejolak berlebihan.


Lanjut di Kabupaten Bogor, daging sapi berada di angka Rp130.000 per kilogramsesuai HAP. Daging ayam Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, sedikit terdorong naik seiring meningkatnya konsumsi Ramadan. Ayam hidup Rp28.000 per kilogram. Telur dijual Rp31.000 per kilogram. Pasokan datang dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Karangasem, menandakan distribusi lintas wilayah berjalan lancar.


Sementara di Bekasi, harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, ayam Rp36.000–Rp40.000, dan telur Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Sapi dipasok antara lain dari RPH Teluk Pucung dan Perumda Dharma Jaya.


Pengawasan terus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari rumah potong, jalur distribusi, hingga pasar rakyat. Kementan melontarkan pesan tegas, tidak ada ruang untuk permainan hargaSebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam jika ditemukan kenaikan harga yang tak wajar. Produksi tinggi dan stok tersedia, sehingga tak ada alasan untuk memainkan harga di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.


Fondasi stabilitas ini bertumpu pada kinerja subsektor peternakanbaik sapi potong, ayam ras pedaging, maupun telur ayam ras yang tetap terjaga produksinya. Koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, pelaku usaha, hingga aparat penegak hukum terus diperkuat.


Ramadan adalah momentum kebersamaan. Di balik ramainya pasar dan panjangnya antrean pembeli, ada kerja senyap yang memastikan meja makan tetap terisi tanpa membuat kantong terkuras berlebihan. Stabilitas pasokan dan harga bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga komitmen bersama mulai dari peternak, distributor, pedagang, hingga konsumen. Karena pada akhirnya, ketenangan beribadah juga lahir dari kepastian bahwa kebutuhan pokok tetap terjangkau sampai hari kemenangan tiba.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment