- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Waktu yang Sebenarnya
.jpg)
JIKA saja waktu diukur sebagai
sebuah rentang maka sebenarnya ia hanyalah sebuah ruang untuk suatu proses.
Dan, pada hakekatnya kehidupan ini adalah proses mengarungi lautan sang waktu
dengan gelombangnya yang tak pasti. Itulah waktu, ia dapat menjadi apa saja
dalam pengertian sebenarnya.
Rangkaian waktu membawa gerbang kehidupan. Di antara
rangkaian ini tersembunyi harapan dan strategi. Tapi, siapa mampu mengatur sang
waktu untuk suatu harapan berkepanjangan? Rencana indah hari ini, bisa saja
berubah menjadi mimpi menakutkan esok hari. Sang waktulah yang menjadi penentu.
Ia bisa menjadi sahabat yang baik, tapi suatu saat bisa menjadi seteru yang
kejam.
Mari kita menghitung waktu, bukan dengan detak jarum jam,
atau terbit tenggelamnya matahari. Tapi dengan hitungan nurani, dengan detak
perasaan. Dalam iramanya kita akan tersadar bahwa waktu hanyalah kenisbian
dalam ketidakpastian. Setelah itu kita akan berhenti menghitung hari ini dan
esok. Biarkan semuanya masuk ke dalam lingkaran waktu tanpa janji apapun.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi HIPPI DKI dan BPJPH Perkuat Ekosistem Produk Halal Nasional0
- Lakon Pandawa Nawasena: Tradisi Wayang Orang dalam Sentuhan Lintas Generasi 0
- Jejak Megalitik Pasemah: Ruang Sakral dan Warisan Leluhur0
- Deklarasi Sira, Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia0
- Seminar Nasional di UNY Bahas Pembaruan Hukum Acara Pidana 0
Lalu, kini dan nanti bukanlah waktu yang sebenarnya. Sebab
waktu adalah ruang yang sama. Ia tak pernah berubah. Hanya kitalah yang
berubah. Jadi, jangan pernah menyalahkan sang waktu.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

