- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Waktu yang Sebenarnya
.jpg)
JIKA saja waktu diukur sebagai
sebuah rentang maka sebenarnya ia hanyalah sebuah ruang untuk suatu proses.
Dan, pada hakekatnya kehidupan ini adalah proses mengarungi lautan sang waktu
dengan gelombangnya yang tak pasti. Itulah waktu, ia dapat menjadi apa saja
dalam pengertian sebenarnya.
Rangkaian waktu membawa gerbang kehidupan. Di antara
rangkaian ini tersembunyi harapan dan strategi. Tapi, siapa mampu mengatur sang
waktu untuk suatu harapan berkepanjangan? Rencana indah hari ini, bisa saja
berubah menjadi mimpi menakutkan esok hari. Sang waktulah yang menjadi penentu.
Ia bisa menjadi sahabat yang baik, tapi suatu saat bisa menjadi seteru yang
kejam.
Mari kita menghitung waktu, bukan dengan detak jarum jam,
atau terbit tenggelamnya matahari. Tapi dengan hitungan nurani, dengan detak
perasaan. Dalam iramanya kita akan tersadar bahwa waktu hanyalah kenisbian
dalam ketidakpastian. Setelah itu kita akan berhenti menghitung hari ini dan
esok. Biarkan semuanya masuk ke dalam lingkaran waktu tanpa janji apapun.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi HIPPI DKI dan BPJPH Perkuat Ekosistem Produk Halal Nasional0
- Lakon Pandawa Nawasena: Tradisi Wayang Orang dalam Sentuhan Lintas Generasi 0
- Jejak Megalitik Pasemah: Ruang Sakral dan Warisan Leluhur0
- Deklarasi Sira, Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia0
- Seminar Nasional di UNY Bahas Pembaruan Hukum Acara Pidana 0
Lalu, kini dan nanti bukanlah waktu yang sebenarnya. Sebab
waktu adalah ruang yang sama. Ia tak pernah berubah. Hanya kitalah yang
berubah. Jadi, jangan pernah menyalahkan sang waktu.
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

