- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan
Wamentan Dorong Masyarakat untuk Budidaya Sarang Burung Walet

SURABAYA - Wakil Menteri Pertanian
(Wamentan), Sudaryono mendorong masyarakat Indonesia untuk melirik budidaya
sarang burung walet (SBW) sebagai kekuatan ekonomi keluarga dan memperkuat
ekspor nasional.
Wamentan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan
bahwa potensi produksi sarang walet sangat menjanjikan, mengingat lebih dari 60
persen pasar ekspor dunia dipasok dari Indonesia.
“Tentu ini potensi yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan
masyarakat kita, dan saya kira boleh dicoba. Kenapa? Karena dari 100 persen
pasokan sarang walet dunia, 60 persen di antaranya berasal dari Indonesia.
Nilai ekspornya pun hampir mencapai Rp10 triliun per tahun,” ujar Wamentan
Sudaryono saat meninjau Processing Bird House di PT Surya Aviesta, Surabaya,
Jawa Timur, Selasa, (7/1/2025).
Baca Lainnya :
- KKP Beri Kemudahan Urus Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan 0
- Petani Sawit di Lebak Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Padi Gogo0
- Bupati Rembang Ingatkan Petani Waspadai Cuaca Ekstrem pada Musim Tanam I0
- Totalitas Gestianus Sino Bertani di Atas Batu Karang0
- Penyederhanaan Regulasi Pupuk Subsidi Masuk Tahap Final dan Segera Diajukan ke Presiden0
Sudaryono menambahkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi
seluruh kebutuhan petani walet yang ingin mengembangkan budidaya dan memperkuat
ekspor nasional. Ia menyatakan, bila ada regulasi yang menghambat, pemerintah
siap untuk mempercepat dan menyederhanakan proses tersebut.
“Dari sisi pemerintah, kami ingin meningkatkan volume
ekspor, menyederhanakan regulasi agar para pengusaha dan masyarakat lebih
bersemangat. Tekad Presiden jelas, kita ingin swasembada pangan, mengurangi
impor, dan memperbesar ekspor,” katanya.
Lebih lanjut, Sudaryono berharap agar kontribusi ekspor
Indonesia bisa meningkat lebih dari 60 persen, dengan target mencapai 63 hingga
65 persen, sehingga sarang burung walet Indonesia bisa lebih mendominasi pasar
ekspor dunia.
“Industri walet ini sangat potensial, karena jika Indonesia
sudah menyuplai 60 persen pasokan dunia, kami yakin itu bisa meningkat lebih
jauh. Hanya dengan menyiapkan tempat untuk walet bersarang, petani bisa meraih
pendapatan yang cukup besar. Harga sarang walet yang mencapai puluhan juta per
kilogram bisa memperkuat ekonomi keluarga,” tuturnya.
Kementerian Pertanian juga mendorong hilirisasi produk
sarang burung walet untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia
merupakan pemasok utama sarang burung walet dunia, dengan kontribusi antara 60
hingga 80 persen dari total pasokan global. Negara tujuan utama ekspor adalah
Republik Rakyat Tiongkok yang mengimpor sekitar 500 ton dari total ekspor
Indonesia yang mencapai 1.800 ton per tahun. (rel)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

