- Hilirisasi Grup MIND ID, Transformasi Pertambangan Berbasis Nilai Tambah
- Cerita Eks Wartawan Jualan Cabai yang Diborong Mentan Amran dari Daerah Bencana Aceh
- Kepungan Bencana Ekologis dan Keharusan Reformasi Fiskal Sektor Ekstraktif
- Pertumbuhan Ekonomi 2026 Ditaksir 5 Persen, WP Badan Harus Siap Diperiksa
- Ikhtiar Nyata SDG Academy Indonesia: Konektivitas Data, Kebijakan, dan Kepemimpinan
- Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu
- Sambut Nataru dan HAB Kemenag ke-80, PD IPARI Karanganyar Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama
- Penguatan Sektor Riil Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
- Musim Mas Dukung Pemkab Deli Serdang Hadirkan Ruang Publik Bersama melalui Pembangunan Alun-Alun
- Sidang Pengeroyokan di Tanjungpinang, Korban Soroti Terdakwa Tak Ditahan
44.000 Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel, Separuhnya Wanita dan Anak-anak

Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel yang telah berlangsung selama 13 bulan telah melampaui 44.000 jiwa. Foto/Dunya News
GAZA – Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel yang telah berlangsung selama 13 bulan telah melampaui 44.000 jiwa. Lebih dari separuh korban tewas adalah wanita dan anak-anak.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 44.056 orang telah tewas dan 104.268 orang terluka sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023. Laman Dunya News, Jumat (22/11/2024) menuliskan jumlah korban sebenarnya lebih tinggi karena ribuan mayat terkubur di bawah reruntuhan atau di daerah yang tidak dapat diakses oleh petugas medis.
Kementerian Kesehatan Gaza tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan dalam penghitungannya. Militer Israel mengatakan telah menewaskan lebih dari 17.000 militan, tanpa memberikan bukti.
Baca Lainnya :
- 5% Aset Keuangan Islam Dapat Menghasilkan USD400 M untuk Pembiayaan Energi Terbarukan0
- 30 Menit Sebelum Serangan Rudal Oreshnik ke Ukraina, Rusia Kirim Pemberitahuan ke AS0
- Buntut Serangan Rudal Jarak Jauh Ukraina, Rusia Balas Tembakkan Rudal ke Kiev0
- Cerdas, Begini Sistem Irigasi Lahan Pertanian di Jepang0
- 5 Tren Teknologi AI yang Makin Canggih!0
Israel mengatakan pihaknya berusaha menghindari melukai warga sipil dan menyalahkan Hamas atas banyaknya jumlah korban jiwa. Israel menuding militan beroperasi di daerah permukiman, tempat mereka membangun terowongan, peluncur roket, dan infrastruktur militer lainnya.
Pejabat Palestina dan kelompok hak asasi menuduh pasukan Israel melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang mempertimbangkan tuduhan genosida yang diajukan oleh Afrika Selatan.
Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan kerusakan parah di sebagian besar wilayah pesisir, membuat banyak orang bertanya-tanya kapan atau bagaimana wilayah itu akan dibangun kembali. Sekitar 90% dari populasi 2,3 juta orang telah mengungsi, seringkali berkali-kali, dan ratusan ribu orang tinggal di kamp-kamp tenda kumuh dengan sedikit makanan, air, atau layanan dasar.
Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza telah anjlok, mendorong Amerika Serikat mengancam akan mengurangi dukungan militernya untuk Israel sebelum mundur, dengan alasan kemajuan yang terbatas. Para ahli telah memperingatkan bahwa Gaza utara yang terisolasi dan dilanda perang mungkin sudah mengalami kelaparan.
Amerika Serikat (AS), Mesir, dan Qatar menghabiskan waktu berbulan-bulan mencoba menjadi penengah perjanjian gencatan senjata di mana Hamas akan membebaskan para sandera yang tersisa dengan imbalan diakhirinya perang. Pembicaraan tersebut terhenti selama musim panas, dengan Israel dan Hamas saling menuduh mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.
Presiden terpilih AS Donald Trump telah berjanji untuk mengakhiri perang di Timur Tengah tanpa mengatakan bagaimana caranya. Pemerintahan sebelumnya memberikan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Israel dan kebijakan garis keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap Palestina. (wib)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

6.jpg)
.jpg)
1.jpg)
.jpg)

.jpg)

