Logo Porosbumi
19 Apr 2026,
19 April 2026
LIVE TV

Dari Air Jadi Energi: BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen, Dorong Kemandirian Energi Nasional

PorosBumi 19 Apr 2026, 11:33:49 WIB
Dari Air Jadi Energi: BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen, Dorong Kemandirian Energi Nasional

UPAYA mewujudkan kemandirian energi nasional kian diperkuat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui pengembangan teknologi hidrogen dan sel bahan bakar (fuel cell). Inovasi ini menawarkan solusi energi bersih dengan mengubah air menjadi bahan bakar sekaligus menghasilkan listrik, sebagai bagian dari transisi menuju energi hijau di Indonesia.

Pengembangan tersebut dilakukan oleh Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, dan dipaparkan dalam ajang Lab Indonesia 2026 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (15/4). Dalam forum tersebut, BRIN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan teknologi energi masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Yurian Ariandi Andrameda, menjelaskan bahwa riset hidrogen yang dikembangkan berfokus pada proses elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen hijau. Hidrogen ini kemudian disimpan dalam sistem penyimpanan khusus dan dimanfaatkan dalam teknologi fuel cell untuk menghasilkan listrik, termasuk untuk menggerakkan kendaraan listrik.

“Teknologi hidrogen menjadi salah satu prioritas dalam mendukung transisi energi bersih. Kami terus mengembangkan inovasi agar prosesnya semakin efisien dan aplikatif,” ujar Yurian.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi ini. Ketersediaan air sebagai bahan baku utama sangat melimpah, sementara material pendukung seperti nikel, mangan, karbon, grafit, hingga logam tanah jarang juga tersedia di dalam negeri. Kondisi ini menjadi modal strategis untuk membangun ekosistem energi hidrogen yang mandiri.

Pada 2026, menurutnya, fokus riset diarahkan pada peningkatan efisiensi teknologi melalui inovasi katalis yang mampu mempercepat proses elektrolisis. Selain itu, BRIN juga mengembangkan bahan bakar pesawat berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis limbah kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent), sebagai bagian dari diversifikasi energi ramah lingkungan.

Ke depan, implementasi teknologi hidrogen diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta meningkatkan posisi Indonesia dalam peta persaingan global.

Untuk mempercepat pengembangan, BRIN turut memperluas kolaborasi internasional dengan berbagai negara, seperti Jepang dan Korea, serta menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan pusat riset global. “Untuk itu, kolaborasi internasional terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Jepang dan Korea, serta kemitraan dengan perguruan tinggi dan pusat riset di luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri laboratorium dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan ini telah berkembang menjadi platform business-to-business yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan industri berbasis riset. Dengan sinergi riset, sumber daya, dan kolaborasi global, BRIN terus melangkah menuju masa depan energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. (jh/ed:ugi)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```