Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Karawang Dorong Peningkatan Nilai Tambah
JAKARTA- Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di
Karawang dinilai efektif dorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah
ekonomi yang besar bagi Indonesia.
Indonesia tidak akan lagi
bergantung pada ekspor bahan baku mineral mentah, dan beralih pada produksi
baterai yang menjadi inti bagi banyak produk berteknologi tinggi khususnya
kendaraan listrik.
Ketua Research Group on
Energy Security for Sustainable Development UI (RESSED UI) Ali Ahmudi
menyampaikan pemerintah telah berhasil menerapkan pelarangan ekspor komoditas
mineral mentah khususnya nikel, dan hal ini menjadi awal bagi penguatan
industri di dalam negeri.
Baca Juga
Saat ini, semakin
banyak proyek Hilirisasi nikel menjadi cell battery termasuk di Karawang, dan
akan menjadi motor bagi peningkatan nilai tambah belasan kali lipat
dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah.
"Efeknya sangat
besar. Ada peningkatan pendapatan negara melalui PPN, terciptanya lapangan
kerja dari proses pabrikasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hilirisasi ini harus ada kelanjutannya agar dampak penggandanya (multiplier
effect) nyata bagi ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi,
Minggu (18/1).
Ali menekankan bahwa
langkah menuju industrialisasi memang memerlukan ketegasan regulasi, karena
Indonesia tidak boleh terjebak hanya sekadar menjadi negara perakit.
"Tidak boleh
tergantung kepada produk luar terus-menerus. Kalaupun ada teknologi luar,
mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi.
Memang akan ada kontraksi bisnis atau ekses jangka pendek, tapi dalam jangka
panjang ini keharusan," jelasnya.
Bahkan, Ali berpendapat
Indonesia akan mampu memiliki produk kendaraan EV yang sangat terjangkau bagi
masyarakat di masa depan.
Nilai sebuah baterai
dapat mencapai 35-40% dari total biaya produksi EV, dan optimistis kehadiran
pabrik baterai domestik akan mengoreksi harga kendaraan listrik secara
signifikan ke arah yang lebih terjangkau.
MIND ID melalui PT
Industri Baterai Indonesia (PT IBI) telah bekerja sama dengan konsorsium
Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) untuk
membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni PT Contemporary Amperex
Technology Indonesia Battery (CATIB), guna menjadi ujung tombak dalam
pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.
CATIB saat ini tengah
membangunan Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack yang
direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan
diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.