Nilai Tukar Petani Turun 0,02 Persen Pada Oktober 2025
JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Nilai
Tukar Petani (NTP) nasional pada Oktober 2025 mencapai 124,33 atau turun 0,02
persen dibanding September 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS,
Pudji Ismartini menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang
diterima petani (It) naik sebesar 0,06 persen, sementara indeks harga yang
dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,08 persen.
“
BPS juga mencatat terjadinya penurunan rata-rata harga beras (deflasi) baik di
tingkat penggilingan, grosir maupun eceran, masing-masing 0,54 persen, 0,18
persen dan 0,27 persen (m-to-m). Kondisi ini sama dengan bulan sebelumnya,
deflasi di setiap rantai pasok,” papar dia di Jakarta, Senin(3/11/2025).
Baca Juga
Dia
juga melaporkan pelaksanaan luas panen
padi pada bulan September 2025 mencapai 1,13 juta hektare. Angka ini naik 10,14
persen dibanding September 2024 (1,03 juta hektare). Kenaikan luas panen ini
diikuti oleh peningkatan produksi padi. Diperkirakan produksi padi pada
September 2025 mencapai 5,95 juta ton GKG, atau naik 8,39 persen dibandingkan
September tahun lalu.
Potensi
luas panen padi subround III (September–Desember 2025) diperkirakan mencapai
3,04 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,27 juta hektare, atau
sekitar 9,77 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya. Selanjutnya, diperkirakan potensi produksi padi subround III 2025
mencapai 16,48 juta ton GKG, atau naik 8,70 persen dibandingkan tahun lalu. Serta
produksi beras subround III 2025 diperkirakan sebesar 9,50 juta ton beras, atau
naik sebesar 8,73 persen.
Realisasi
luas panen jagung pada bulan September 2025 mencapai 0,22 juta hektare, turun
sekitar 21,14 persen dibandingkan September 2024, sehingga diperkirakan
produksi jagung pada September 2025 mencapai 1,34 juta ton jagung pipilan
kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau turun sebesar 21,95 persen
dibandingkan September 2024.
Potensi
luas panen jagung subround III 2025 diperkirakan mencapai 0,81 juta hektare
atau mengalami kenaikan seluas 0,03 juta hektare (3,27persen) dibandingkan
periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, potensi produksi jagung
pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) subround III 2025 diperkirakan
sebesar 5,13 juta ton, atau meningkat sebesar 0,30 persen dibandingkan subround
III 2024. (abdul aziz)