Logo Porosbumi
Rabu,
22 April 2026
LIVE TV

Saat IOD Positif dan El Nino Bertemu: Upwelling Selatan Jawa Menguat, Dorong Produktivitas Perikanan

PorosBumi 22 Apr 2026, 15:26:32 WIB
Saat IOD Positif dan El Nino Bertemu: Upwelling Selatan Jawa Menguat, Dorong Produktivitas Perikanan

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali memperkuat temuan sebelumnya terkait fenomena upwelling di perairan selatan Jawa. Setelah mengungkap peran ’pompa nutrien laut’ dalam meningkatkan produktivitas perairan serta potensi peningkatan hasil tangkapan ikan pada musim kemarau, riset terbaru BRIN kini menjelaskan faktor penguat fenomena tersebut dari sisi interaksi iklim global.

Penelitian yang dilakukan Tim Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN yang dipimpin oleh Martono ini berfokus pada dinamika Arus Pesisir Selatan Jawa (South Java Coastal Current/SJCC) dalam periode 1993–2023. Kajian dilakukan menggunakan data oseanografi dan atmosfer, antara lain Ocean Surface Current Analysis Real-time (OSCAR), ERA5, serta indeks Niño3.4 dan Dipole Mode Index (DMI).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SJCC merupakan komponen penting dalam sistem sirkulasi Samudra Hindia bagian timur yang berperan dalam transport massa air, proses upwelling, serta variabilitas iklim regional. Salah satu anggota tim penelitian tersebut, Yosef Prihanto, menjelaskan arus ini memiliki variabilitas signifikan dalam skala intramusiman.

“Dalam skala intramusiman, SJCC menunjukkan periodisitas dominan sekitar 76 hari. Secara umum, arus permukaan ke arah timur di perairan selatan Jawa terbentuk sepanjang tahun, meskipun intensitasnya bervariasi setiap bulan,” ujarnya, Rabu (8/4).

Menurutnya, dinamika arus tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh angin monsun, tetapi juga interaksi laut-atmosfer skala besar serta propagasi gelombang Kelvin ekuatorial. Lebih lanjut, hasil analisis data selama 30 tahun menunjukkan bahwa interaksi antara fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) positif dan El Niño berperan dalam memperkuat proses upwelling di selatan Jawa hingga barat Sumatra.

“Jika sebelumnya upwelling lebih banyak dikaitkan dengan El Niño, maka melalui riset ini terbukti bahwa keberadaan IOD positif akan semakin memperkuat proses tersebut. Ini merupakan hasil analisis berbasis data jangka panjang,” jelas Yosef.

Penguatan upwelling ini berdampak pada meningkatnya suplai nutrien ke permukaan laut, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan fitoplankton sebagai dasar rantai makanan laut. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas perairan dan potensi sumber daya ikan, khususnya pada periode musim kemarau.

Temuan ini sekaligus melengkapi hasil riset BRIN sebelumnya yang menyebutkan bahwa fenomena upwelling dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan, meskipun tetap perlu diwaspadai potensi risiko dinamika laut.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaruh IOD terhadap variabilitas arus permukaan di selatan Jawa cenderung lebih kuat dibandingkan El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Oleh karena itu, pemahaman terhadap interaksi kedua fenomena ini menjadi penting dalam meningkatkan akurasi prediksi kondisi oseanografi dan iklim di wilayah tersebut.

Hasil riset ini, telah diterima di jurnal internasional terindeks bereputasi tinggi ’Oceanologia’ dan siap dipublikasikan pada 2026 ini. Ke depan, hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan serta memperkuat sistem informasi bagi sektor perikanan dan masyarakat pesisir. (kf/ed: tnt)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```