Ikut Prosesi Makan Bajamba, Wagub Rano Karno Dorong Penguatan Wisata Budaya
WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan adat budaya sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus penguatan potensi wisata budaya. Hal itu disampaikan saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Rumah Tuo Leluhur Adat, Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat, pada Selasa (14/4).
Dalam sambutannya, Wagub Rano menekankan, adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus diwariskan dan dihadirkan dalam kehidupan masyarakat agar tetap hidup lintas generasi.
“Adat dan budaya harus kita jaga dan hidupkan. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenalnya dari cerita. Mereka harus bisa merasakan langsung nilai dan maknanya,” ujarnya.
Menurut Wagub Rano, Bonjol memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Potensi itu didukung kekayaan alam, sejarah, serta kedekatan dengan sosok Pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol.
“Saya melihat Bonjol memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi alam, budaya, maupun sejarah. Saya ingin Bonjol dan Pasaman menjadi destinasi wisata budaya yang kuat, bukan sekadar tempat yang dilewati, tetapi tujuan yang membuat orang singgah dan jatuh cinta pada budayanya,” tuturnya.
Wagub Rano menambahkan, pengembangan potensi tersebut perlu didorong melalui kolaborasi antarpemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Upaya ini harus terus didorong melalui kolaborasi semua pihak. Tadi saya juga berdiskusi dengan Bupati Pasaman mengenai langkah-langkah yang bisa dikerjakan bersama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wagub Rano juga menyampaikan apresiasi atas hibah tanah dari Suku Tanjuang yang direncanakan menjadi Rumah Budaya Soekarno M. Noer. Ia berharap, rumah budaya tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah kreativitas bagi generasi muda dalam menghidupkan seni dan budaya.
Menutup sambutannya, Wagub Rano menyebut prosesi Makan Bajamba mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan yang penting untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Adat Makan Bajamba mengajarkan kita tentang kebersamaan, duduk melingkar tanpa sekat, saling menghargai, dan mempererat persaudaraan tanpa memandang status. Inilah warisan yang harus kita jaga dan majukan bersama,” pungkasnya.
