- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
- MIND ID Dukung Penuh Swasembada Energi Sebagai Pilar Pembangunan
- Mineral Kritis Komponen Utama Energi Masa Depan, MIND ID Perkuat Ekosistem
- Gejolak Timur Tengah, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Pekerja dan Perkuat Mitigasi Operasional
- Panggung Hijau di Tengah Euforia, XLSMART Sulap Konser Jadi Ajang Zero Waste Berkelanjutan
- Ramadan Tanpa Khawatir, Telkomsel Siaga 24 Jam Temani Pelanggan hingga Idulfitri 2026
Kementan Bentuk Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
(1)1.jpg)
JAKARTA – Kementerian Pertanian
(Kementan) resmi membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang
tersebar di 33 provinsi Indonesia. Pembentukan ini tertuang dalam Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025, guna menghadirkan pendampingan teknologi
pertanian di daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Balai Besar tersebut berada di bawah koordinasi Badan
Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang memiliki tugas koordinasi dan
pelaksanaan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket teknologi spesifik
lokasi serta modernisasi pertanian.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa 33 Balai Besar
ini merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian
yang telah ada sebelumnya. Perubahan status ini diharapkan memperkuat
koordinasi antara pusat dan daerah terutama dalam memperluas program dan
kebijakan Kementan di seluruh daerah.
Baca Lainnya :
- Wendell Berry, Nabi Bagi Pedesaan Amerika0
- Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia, Visi Mentan Jadikan Malut Pusat Rempah Dunia0
- Presiden Instruksikan Mentan Revitalisasi Pabrik Pupuk0
- Patani Jatim dan PT Sumber Alam Unggul Bangun Kampung Patani di Kebun Kopi Pasuruan0
- Patani Jatim Luncurkan Eco Tani, Inovasi Depo Mini Pupuk Hayati Cair Untuk Kedaulatan Pangan0
“Dengan jaringan kerja yang menjangkau dari pusat hingga
daerah, BRMP memainkan peran penting dalam percepatan modernisasi sektor
pertanian melalui pengembangan inovasi teknologi, penerapan standar mutu, dan
peningkatan kapasitas kelembagaan,” kata Fadjry dalam keterangannya pada Jumat
(2/1/2026).
Fadjry menerangkan bahwa Balai Besar Penerapan Modernisasi
Pertanian akan melaksanakan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi,
perekayasaan, pengujian, diseminasi, penerapan paket teknologi spesifik lokasi,
dan model pertanian modern.
Tidak hanya itu, Balai Besar ini juga melaksanakan produksi
benih ataupun bibit sumber yang unggul dan tersertifikasi untuk peningkatan
produktivitas dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian hadir untuk
memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber yang bermutu dan tersertifikasi
sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian, guna mendukung swasembada
pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap Fadjry.
Fadjry menambahkan bahwa kehadiran Balai Besar ini
diharapkan dapat memfasilitasi dan memberikan pendampingan program pembangunan
pertanian di daerah. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat modernisasi
pertanian di daerah, meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha, serta
mewujudkan pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung
ketahanan pangan nasional.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman menekankan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi
pertanian. Ia menyebut bahwa penerapan teknologi pertanian mampu meningkatkan
produksi secara efisien. Ia mendorong agar teknologi unggul dan mekanisasi
dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung kemandirian pangan.
“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan
produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi,
produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun.
Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi
penuh,” ucapnya.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

