Lalu Lintas Monas Dialihkan untuk Haul Akbar Ulama-Habaib Betawi Sore hingga Malam Ini
PULUHAN ribu jemaah diprediksi memadati kawasan Monumen Nasional sore ini, Jumat (19/6/2026), menyusul digelarnya Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026.
Untuk mendukung kelancaran acara keagamaan yang menjadi tradisi tahunan di kalangan masyarakat Betawi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengambil kebijakan rekayasa lalu lintas di sekitar Plaza Monas sisi selatan, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Dalam pengumuman resmi melalui akun Instagram resminya, Dishub DKI menjelaskan bahwa seluruh arus kendaraan yang melintas di Jalan Medan Merdeka Selatan akan dialihkan guna menghindari kemacetan dan memastikan keamanan para peserta yang datang dari berbagai penjuru Jabodetabek.
Acara yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh ulama dan habaib kharismatik asal Jakarta, diperkirakan menarik minat jutaan umat yang ingin mendoakan para almarhum ulama pendiri komunitas Betawi.
Untuk meminimalisir gangguan perjalanan, Dishub menyediakan sejumlah rute alternatif bagi pengendara. Kendaraan dari arah Harmoni menuju Bundaran HI disarankan melewati Jalan Majapahit, Medan Merdeka Barat, hingga Jalan MH Thamrin.
Sementara itu, arus dari selatan (Bundaran HI) menuju utara (Harmoni) dapat menggunakan alternatif melalui Jalan MH Thamrin–Budi Kemuliaan–Abdul Muis–Majapahit, atau melalui Jalan MH Thamrin–Medan Merdeka Barat–Majapahit.
Pengendara yang hendak menuju Tugu Tani atau Stasiun Gambir diminta mempertimbangkan rute melalui Jalan Juanda, Gedung Kesenian, Lapangan Banteng, hingga Jalan Pejambon dan Medan Merdeka Timur.
Bagi yang datang dari arah Tanah Abang, alternatif terbaik adalah melalui Jalan Jati Baru Raya dan Kebon Sirih, sementara arus dari timur (Kramat Sentiong) ke barat (Tanah Abang) dapat memilih jalur Kramat Raya–Pasar Senen–Gunung Sahari Raya–Budi Utomo.
Petugas lalu lintas akan dikerahkan di setiap simpul strategis untuk mengarahkan arus kendaraan dan memberikan informasi langsung kepada pengguna jalan.
Dishub juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu sementara, menghindari area terlarang, dan bersabar menghadapi penundaan perjalanan demi kelancaran acara yang bernuansa spiritual ini.
Haul Akbar ini bukan sekadar peringatan kematian, tetapi menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang mempertemukan para ulama, habaib, dan ribuan umat yang menjadikan tradisi Betawi sebagai bentuk kebanggaan identitas keagamaan dan budaya.
Dengan demikian, pengalihan lalu lintas bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keislaman yang tumbuh subur di ibu kota.
