Music Awards Japan 2026 Bakal Kembali Gegerkan Asia, Siap Mengubah Peta Musik
MAJ bukan panggung yang asing bagi musisi Indonesia

By Yani Andriyansyah 27 Feb 2026, 19:28:18 WIB Life Style
Music Awards Japan 2026 Bakal Kembali Gegerkan Asia, Siap Mengubah Peta Musik

Keterangan Gambar : Bernadya (kiri) dan Salma Salsabil (kanan) ikut meramaikan ajang MAJ 2025 (dok.MAJ)


Musik kembali menjadi bahasa yang menyatukan Asia. Pada 13 Juni 2026 mendatang, sorotan akan tertuju ke Tokyo, tepatnya di Toyota Arena Tokyo, arena baru yang akan menjadi panggung megah perhelatan Music Awards Japan (MAJ) 2026. Ajang ini bukan sekadar malam penghargaan, tetapi menjadi ruang pertemuan lintas budaya, tempat musisi Asia berdiri sejajar, merayakan karya, dan membuktikan bahwa musik tak mengenal batas bahasa.

 

Kesuksesan tahun lalu menjadi fondasi kuat. MAJ 2025 dimeriahkan deretan nama besar seperti Fujii Kaze, Yoasobi, Creepy Nuts, hingga Mrs. Green Apple. Malam puncaknya ditonton 13,4 juta orang di berbagai platform dan mencatat lebih dari 62 juta views di YouTube, serta disiarkan secara nasional oleh NHK. Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi bukti bahwa musik Asia punya daya tarik global yang kian kuat.

Baca Lainnya :

 

MAJ bukan panggung yang asing bagi musisi Indonesia. Tahun lalu, penyanyi-penulis lagu Bernadya mencuri perhatian lewat nominasi Best Song Asia untuk lagu “Satu Bulan”. Sebuah pencapaian istimewa, mengingat lagu tersebut sepenuhnya ditulis dalam Bahasa Indonesia.

 

Bernadya menyebut pengakuan itu sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Ia menyadari satu hal penting, musik yang tulus akan selalu menemukan jalannya, dari mana pun asalnya.

 

Sementara itu, nama Salma Salsabil juga menorehkan sejarah sebagai penerima International Special Award, Indonesian Popular Music melalui kolaborasi MAJ dengan Anugerah Musik Indonesia (AMI). Lewat lagu “Bunga Hati”, Salma menjadi simbol eratnya pertukaran budaya musik Indonesia dan Jepang.

 

Tahun ini, kategori International Special Awards kembali hadir, bekerja sama dengan berbagai ajang penghargaan Asia—termasuk AMI, Awit Awards (Filipina), TOTY Awards (Thailand), hingga Gii thưởng Âm nhc Cng hiến (Vietnam). Sebuah langkah nyata membangun ekosistem musik Asia yang lebih terhubung.




 

Tahun ini, MAJ hadir dengan skala yang lebih besar, 66 penghargaan. Mulai dari enam kategori utama, Song of the Year, Artist of the Year, New Artist of the Year, Album of the Year, Best Global Hit from Japan, Best Song Asia, hingga puluhan kategori lain yang mencerminkan warna-warni musik domestik dan internasional.

 

Yang membuatnya istimewa, pemenang dipilih melalui sistem voting yang melibatkan 5.000 musisi dan profesional industri musik dari seluruh Asia. Artinya, ini bukan sekadar popularitas, tetapi pengakuan dari sesama pelaku industri. Karya yang bisa masuk nominasi adalah lagu dan album yang dirilis sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, baik secara digital maupun fisik. Sebuah periode yang dipastikan akan diisi banyak rilisan segar dan eksploratif.

 

Perayaan tak berhenti di satu malam. Mulai 8 hingga 13 Juni, kawasan Ariake, Tokyo, akan dipenuhi energi kreatif lewat MAJ Awards Week. Akan ada pertunjukan live, seminar industri, hingga showcase yang mempertemukan musisi dan pelaku industri dari berbagai negara.

 

Pada 13 Juni, rangkaian dimulai dengan Premiere Ceremony untuk kategori khusus di sore hari, lalu berlanjut ke Grand Ceremony dan Red Carpet pada malam harinya. Sebuah pesta musik yang merayakan bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana musik terus bergerak dan berkembang.

 

Dengan misi “Menghubungkan Dunia dan Menyinari Masa Depan Musik”, MAJ 2026 seolah mengirim pesan sederhana, masa depan musik Asia sedang ditulis hari ini oleh para talenta yang berani bermimpi, bereksperimen, dan melintasi batas. Tokyo akan menjadi saksi ketika mimpi-mimpi itu kembali bergema di satu panggung besar.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment