- Hobiholidays Hadirkan Era Baru Tour Leader Profesional di Indonesia, Cocok Nih Buat Gen Z
- 11 Bandara Perintis Papua Kembali Kondusif
- SMRA Terus Lengkapi Kawasan Terpadu Bernilai Investasi
- Sebuah Kisah Diplomasi Pangan Indonesia, Dari Ladang Nusantara ke Meja Arab Saudi
- Baterai Ponsel Cepat Habis Padahal Nggak Dipakai? Ini 5 Biang Keroknya yang Bikin Kamu Kaget
- Jangan Kaget! Villa Hantu di Lombok Ini Justru Bikin Kamu Ketagihan, Ini Lho Alasannya
- 5 Aspirasi Gen Z Singkawang Ini Ngena Banget yang Bikin Menko AHY Kagum, Apa Saja Sih?
- Dari Penjual Es Lilin hingga General Manager, 5 Rahasia Sukses Kepemimpinan Anak Papua
- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
Riset Unggulan PTPN Group Dorong Efektivitas Pengendalian Hama Uret di Perkebunan Tebu

KEDIRI – Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) meluncurkan inovasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Uret yang menjadi salah satu hasil riset unggulan PTPN Group Tahun Anggaran 2024/2025.
Kegiatan sosialisasi hasil demoplot PHT Uret ini digelar di Kediri, Jawa Timur, sebagai langkah strategis menghadapi ancaman hama uret yang menurunkan produktivitas tebu nasional. Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan praktisi perkebunan gula.
Nampak hadir Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan PT SGN, Kepala Bagian Operasional, General Manager, Manajer dan Asisten Manajer lingkup KSO PT SGN, serta peneliti PT RPN. Kegiatan dibuka oleh General Manager Puslit Tebu PT SGN, Lovinna Magda Hasibuan, yang mewakili SEVP Operasional MKSO PT SGN.
“Hama uret merupakan ancaman serius bagi produktivitas dan kualitas tebu. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi strategi pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan guna meningkatkan hasil panen serta mendukung ketersediaan gula nasional. Kami apresiasi semua pihak yang telah bekerja sama sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Lovinna.
Dalam sesi pemaparan, Etik Mar’ati Achadian, S.Si., M.P., selaku peneliti dari P3GI, menjelaskan hasil pengamatan serangan hama uret di lokasi percobaan, biologi hama, serta strategi pengendalian berbasis pendekatan terpadu. Ia menekankan pentingnya peta intensitas serangan dan observasi menyeluruh terhadap kondisi kebun untuk menunjang efektivitas pengendalian.
“Kunci utama dalam penerapan PHT adalah penyusunan strategi pengendalian sebelum hama menyerang. Pengendalian harus berbasis data dan kondisi lapangan agar hasilnya optimal,” jelas Etik.
Program riset unggulan yang didanai oleh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat sektor pergulaan nasional melalui inovasi berbasis riset. Sinergi antara P3GI dan PT SGN mencerminkan kolaborasi produktif antara lembaga penelitian dan industri, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan secara aplikatif di lapangan.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai pendekatan holistik PHT yang dikembangkan oleh RPN dan SGN mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk mendukung target swasembada gula nasional. Ke depan, kedua institusi berkomitmen melanjutkan pengembangan riset strategis yang berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas tebu nasional. (rel)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

