- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon

JAKARTA - Telkomsel kembali menggelar inisiatif Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset fase ketiga. Kegiatan ini sebagai wujud nyata praktik bisnis berkelanjutan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berkolaborasi dengan startup teknologi lingkungan Jejakin, Telkomsel menargetkan penanaman lebih dari 12 ribu pohon yang tersebar di 8 wilayah konservasi di Indonesia pada periode September hingga November 2025.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Aktivis Nilai COP30 Belum Hasilkan Langkah Nyata Tekan Emisi0
- Kisah Ujang Pustiawan dan Perjuangan Kelompok Tani Flora Mangrove0
- Direktur Belantara Foundation Dolly Priatna: Konservasi Mangrove Inti Dari Upaya Mitigasi Iklim0
- BEI Bimbing 169 Perusahaan Tekan Emisi Karbon 0
- Indonesia Belum Layak Jual Karbon, Jika Belum Cukup Berkomitmen Menurunkan Emisi0
Inisiatif ini mengusung semangat kolaborasi bersama
pelanggan Telkomsel dan by.U yang berpartisipasi dengan mendonasikan Telkomsel
Poin dan uCoin mereka untuk mengurangi jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Upaya
ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah
kaca (GRK) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2025–2029.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan, pelestarian iklim untuk menyelamatkan bumi menuntut aksi kolektif yang nyata dari semua pihak. Menurutnya, Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset hadir bukan hanya sebagai program CSR perusahaan, melainkan sebagai sarana yang memungkinkan setiap pelanggan menjadi pahlawan lingkungan.

“Memasuki fase ketiga tahun ini, kami melakukan
diversifikasi dengan menanam pohon Multi-propose
Tree Species (MPTS). Kami berharap inisiatif ini memberikan dampak ganda
berupa pemulihan ekosistem sekaligus pemberdayaan ekonomi petani lokal,”
ujarnya.
Pada fase ketiga tahun 2025, lebih dari 47.000 pelanggan turut berkontribusi melalui penukaran Telkomsel Poin dan uCoin. Total kontribusi ini difokuskan pada 8 titik penanaman dengan estimasi serapan karbon mencapai 824,5 ton CO₂e dalam masa hidup delapan tahun.

Sementara sebaran lokasi penanaman mencakup konservasi
pesisir (mangrove) di beberapa tempat seperti Patra Manggala, Tangerang (681
pohon), Romokalisari, Surabaya (1.050 pohon), Margojoyo, Kendal (2.000 pohon),
Gojoyo, Demak (2.000 pohon), Langsa, Aceh (2.000 pohon), Pulau Pramuka,
Kepulauan Seribu (1.000 pohon), dan Pakisjaya, Karawang (2.000 pohon).
Selain itu ada juga pemberdayaan ekonomi (pohon MPTS) di
Leuwisadeng, Bogor. Sejumlah 2.000 pohon MPTS yang terdiri dari jenis kopi,
durian, petai dan jengkol. Penanaman ini menerapkan sistem pertanian terpadu
yang menggabungkan penghijauan dengan budidaya tanaman produktif untuk
meningkatkan pendapatan petani.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022, Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset telah menunjukkan dampak berkelanjutan yang terukur dari tahun ke tahun. Pada fase sebelumnya (2022–2024), Telkomsel berhasil menanam lebih dari 25.000 pohon dan menyerap 1.093 ton CO₂e, di berbagai lokasi strategis seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai hasil dari kontribusi aktif 30 ribu pelanggan menukar poinnya.

Founder & CEO Jejakin, Arfan Arlanda, mengatakan
teknologi menjadi kunci dalam memastikan setiap aksi iklim benar-benar
memberikan dampak. Karena itu Jejakin menggunakan sistem MRV (Monitoring,
Reporting, and Verification) digital yang menggabungkan citra satelit, sensor
lapangan, AI untuk memantau pertumbuhan pohon secara transparan.
“Kolaborasi dengan Telkomsel memungkinkan ribuan pelanggan
melihat sendiri bagaimana kontribusi mereka tumbuh, menyerap karbon, dan
memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Panduan
Partisipasi: Hitung, Tukar, dan Pantau
Bagi pelanggan Telkomsel dan by.U, dapat berpartisipasi
aktif dalam program ini hingga 31 Desember 2025. Prosesnya juga cukup mudah dan
transparan. Pelanggan dapat menghitung perkiraan emisi harian melalui platform
Jaga Bumi, (https://telkomseljagabumi.jejakin.app), MyTelkomsel super app, atau aplikasi by.U.
Pelanggan dapat menukar poin menjadi pohon dengan memilih nominal kontribusi di mana Rp5.000 (setara 0,07 pohon / serapan 4,31 kg CO₂e) dan Rp50.000 (setara 0,74 pohon / serapan 43,09 kg CO₂e). Pelanggan dapat memantau dampaknya. Setelah penukaran berhasil, pelanggan akan menerima notifikasi SMS berisi tautan laporan penanaman. Pelanggan dapat melihat progres perkembangannya secara berkala. Yuk! Selamatkan Bumi dengan cara sederhana tapi sangat besar manfaatnya. (yani)
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

