- Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Tawangsari Adakan Penguatan Ideologi
- Bikin Takjub, Ilmuwan Ciptakan Cairan yang Bisa Menyimpan Tenaga Matahari
- Pikir Dulu Sebelum Mengirim Pertanyaan ke AI, Data Pribadi Anda Bisa Terungkap
- In Situ/In Vitro, Percakapan Ekologis Dua Seniman dalam Bayang-bayang Antroposen
- Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%
- Beyond Energy: Langkah Baru Pertamina Pimpin Transisi Energi Hijau
- Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Urusan Keamanan Negara
- Polri Akan Membangun 10 Gudang Ketahanan Pangan Baru di 2026
- Berhenti Makan 3 Jam Sebelum Tidur Agar Jantung Lebih Sehat
- Diversifikasi Jadi Kunci Masa Depan Pertanian
The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi 3,75 Persen-4 Persen

Keterangan Gambar : Gedung The Fed- Istimewa
JAKARTA- The Federal Open Market Committee (FOMC )
atau Badan Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat memangkas suku bunga The Fed sedalam 25 basis
poin menjadi 3,75 persen- 4 persen.
Dalam keterangan
resminya dijelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melihat Indikator aktivitas ekonomi telah berkembang
dengan kecepatan moderat.
“Pertambahan
lapangan kerja melambat tahun ini, dan tingkat pengangguran sedikit meningkat
tetapi tetap rendah hingga Agustus; indikator yang lebih baru konsisten dengan
perkembangan ini. Inflasi telah meningkat sejak awal tahun dan tetap agak
tinggi,” kutipan keterangan resmi FOMC yang digelar pada tanggal 29 Oktober
2025.
Baca Lainnya :
- OJK Perintahkan Pindar Syariah Ini Kembalikan Dana Lender0
- BEI Bidik Pendapatan Rp1,9 Triliun Dengan RNTH Rp14,5 Triliun Per Hari Tahun 20260
- Defisit USD2,3 Miliar, Muhamad Akbar Ungkap Keraguan Kelangsungan Usaha KRAS0
- NPL Bengkak, Laba Bank Mandiri Turun 10 Persen Jadi Rp37,7 Triliun Akhir September 20250
- IHSG Ditaksir Tembus 8.400 Berbekal Kinerja Emiten Hingga Modal Asing0
FOMC
menegaskan berupaya mencapai tingkat lapangan kerja dan inflasi maksimum pada
tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Ketidakpastian tentang prospek ekonomi
tetap tinggi.
FOMC juga memperhatikan
risiko bagi kedua belah pihak dalam mandat gandanya dan menilai bahwa risiko
penurunan lapangan kerja meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
“Untuk
mendukung tujuannya dan mengingat pergeseran keseimbangan risiko, Komite
memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 25
basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen,” kutipan keterangan resmi FOMC
Selanjutnya,
FOMC mempertimbangkan penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga
dana federal, Komite akan secara cermat menilai data yang masuk, prospek yang
berkembang, dan keseimbangan risiko.
Dalam
kesempatan itu, FOMC memutuskan untuk menyelesaikan pengurangan kepemilikan
sekuritas agregatnya pada tanggal 1 Desember. Komite berkomitmen kuat untuk
mendukung peningkatan lapangan kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2
persen.
Dalam menilai
sikap kebijakan moneter yang tepat, FOMC akan terus memantau implikasi informasi yang
masuk terhadap prospek ekonomi. FOMC akan siap menyesuaikan kebijakan moneter
sebagaimana mestinya jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian
tujuan.
Penilaian
FOMC akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk data kondisi pasar
tenaga kerja, tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan
keuangan dan internasional.
Pemungutan suara untuk tindakan kebijakan moneter dilakukan oleh Jerome H. Powell, Ketua; John C. Williams, Wakil Ketua; Michael S. Barr; Michelle W. Bowman; Susan M. Collins; Lisa D. Cook; Austan D. Goolsbee; Philip N. Jefferson; Alberto G. Musalem; dan Christopher J. Waller.
Sedankan Stephen I. Miran, yang lebih memilih untuk menurunkan target
kisaran suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin pada pertemuan ini.
Namun Jeffrey R. Schmid, memilih tidak ada perubahan pada target kisaran
suku bunga dana federal pada pertemuan ini.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

