Kementan Gelar Tanam Serempak 52 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan)
terus memperkuat produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak yang
dilaksanakan di 25 provinsi dengan total areal tanam mencapai 52.510 hektare.
Kegiatan dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba
Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/6/2026).
Gerakan Tanam Serempak dilakukan pada lahan hasil Program
Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat
(CSR) Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk
meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, serta menjaga keberlanjutan
produksi pangan nasional menuju swasembada pangan.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran
Sulaiman menegaskan percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga
momentum peningkatan produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan
global dan perubahan iklim.
Baca Juga
“Percepatan tanam menjadi kunci menjaga stabilitas produksi
pangan nasional. Seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan program
pemerintah harus segera ditanami agar memberikan kontribusi nyata terhadap
peningkatan produksi dan memperkuat swasembada pangan,” kata Mentan Amran.
Secara nasional, target tanam pada Gerakan Tanam Serempak
kali ini terdiri atas Oplah Tahun 2024 seluas 25.200 hektare, Oplah Tahun 2025
seluas 25.170 hektare, dan lahan CSR Tahun 2025 seluas 2.140 hektare. Kegiatan
dilaksanakan serentak mulai dari Aceh hingga Papua dengan melibatkan pemerintah
daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
(BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak menjadi
akselerator peningkatan produktivitas lahan sekaligus mendorong peningkatan
indeks pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak yang
dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan diikuti 25 provinsi di seluruh
Indonesia. Lebih dari 52 ribu hektare lahan kembali ditanami melalui gerakan
ini,” ujar Arsanti saat menghadiri acara langsung di Desa Tematana, Kecamatan
Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu
fokus utama Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional. “Gerakan ini
mendorong petani untuk segera kembali menanam setelah panen sehingga indeks
pertanaman dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam
dalam setahun. Kami menargetkan lahan-lahan hasil optimalisasi dapat mencapai
IP 250 bahkan IP 300,” katanya.
Arsanti menambahkan keberhasilan percepatan tanam sangat
bergantung pada pengawalan di lapangan. Karena itu, penyuluh pertanian bersama
Brigade Pangan terus didorong untuk memastikan seluruh lahan yang telah siap
dapat segera ditanami.
Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern
seperti rice transplanter dan drone pertanian juga terus diperluas untuk
meningkatkan efisiensi usaha tani dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja di
sektor pertanian.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak berlangsung di tengah
capaian positif sektor pertanian nasional. Saat ini Cadangan Beras Pemerintah
(CBP) tercatat sekitar 5,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga
10 Juni 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 450.749 hektare
dengan indeks pertanaman 1,29. Sementara Oplah 2025 mencapai 574.142 hektare
dengan indeks pertanaman 1,31. Adapun lahan Cetak Sawah Rakyat telah tertanami
seluas 58.028 hektare atau 95,44 persen dari target yang ditetapkan.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla,
mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam pengembangan sektor
pertanian di daerahnya. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi
kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan
petani.
Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Usman
Husin. Ia menilai Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah konkret untuk
memperkuat produksi pangan nasional. “Saya mendukung Gerakan Tanam Serempak
yang hari ini dipusatkan di Sumba Barat Daya. Semoga kegiatan ini memberikan
dampak positif bagi peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,”
ujar Usman.
Gerakan Tanam Serempak menjadi bagian dari upaya Kementerian
Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, mempercepat
peningkatan luas tanam, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung
terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan.
