KKP Perkuat Kelembagaan Nelayan Lewat Kopdeskel Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap terus memperkuat
kelembagaan nelayan guna mendorong efektivitas program pemberdayaan,
pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan ketahanan pangan nasional.
Bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-78, pemerintah
menggulirkan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, yang
menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini
akan mampu memperkuat fondasi kelembagaan nelayan di berbagai daerah di
Indonesia.
“Melalui Kopdeskel Merah Putih, kelembagaan nelayan bukan
hanya sekadar organisasi, tetapi menjadi cerminan kemandirian badan usaha
nelayan dan kekuatan koperasi dalam turut serta mengelola sumber daya
perikanan. Hal ini akan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada
pangan,” kata Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, dalam
keterangan resmi KKP di Jakarta, Minggu (13/7).
Baca Juga
Kopdeskel Merah Putih akan didorong menjadi pengelola
program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang juga merupakan salah satu
program prioritas nasional. Selain pengelolaan dari usaha hulu ke hilir hingga
menjalin kemitraan ekonomi yang lebih kuat dan tertata, nantinya berujung pada
peningkatan kesejahteraan anggota, yaitu para nelayan.
Sementara itu Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan
Nelayan, Mahrus, menjelaskan bahwa dalam proses penguatan Kopdeskel Merah
Putih, KKP turut melibatkan para penyuluh perikanan, pemerintah daerah, serta
lembaga keuangan mikro guna memperluas akses nelayan terhadap pendampingan
usaha, pembiayaan, dan akses pasar.
“Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025,
dukungan langsung yang diberikan kepada koperasi mencakup pendampingan sumber
daya manusia (SDM), pelatihan usaha, kemudahan permodalan termasuk akses Kredit
Usaha Rakyat (KUR), serta bantuan pembuatan akta notaris yang difasilitasi oleh
pemerintah daerah,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini KKP membina lebih dari
20.000 kelompok usaha kelautan dan perikanan yang berpotensi bertransformasi
membentuk atau bergabung dalam Kopdeskel Merah Putih. Selain itu, sekitar 921
koperasi di sektor kelautan dan perikanan juga dibina dan berpotensi
untuk bertransformasi menjadi Kopdeskel Merah Putih.
Upaya penguatan dan peningkatan korporasi nelayan ini juga
sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono,
yang menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat pesisir
sebagai bagian dari implementasi ekonomi biru.