Logo Porosbumi
16 Jun 2026,
16 June 2026
LIVE TV

Sesalkan Penghentian Diskusi di UGM, Budiman: Seharusnya Dialog Dilakukan Secara Sehat

PorosBumi 16 Jun 2026, 03:10:55 WIB
Sesalkan Penghentian Diskusi di UGM, Budiman: Seharusnya Dialog Dilakukan Secara Sehat


KEPALA Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyayangkan dihentikannya acara diskusi di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta,  pada Senin (15/6/2026).

Diketahui, acara diskusi yang rencananya digelar pada malam jam 19.00 WIB tidak berlangsung lama. Acara berupa Kopdar Bareng Mas Dar bersama Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Budiman Sudjatmiko Kepala BP Taskin, dan Nurson Wahid Menteri ATR/BPN.

Pada awalnya, Sudaryono selaku Wamentan menjelaskan tentang alasan pemerintahan Prabowo menyiapkan skema ekspor melalui satu pintu.

Menurutnya, selama ini mulai akhir tahun 90 an sampai 2025, Indonesia sudah mengalami kebocoran hingga Rp15.000 triliun. Kebocoran ini timbul karena adanya penipuan angka ekspor di dalam negeri dan di luar negeri.

"Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam dan di luar negeri berbeda. Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu. Rp15 Ribu triliun lebih selisih laporan impor yang menjadi kehilangan bangsa ini,” jelas Wamentan.

Nusron Wahid yang menjadi penanggap berikutnya juga mengatakan bahwa sampai sekarang dia masih sangat yakin bila pemerintahan Pak Prabowo masih mempunyai banyak program bagus yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai pembantu presiden, dia juga yakin Indonesia akan membaik dari tekanan kondisi global.

Awalnya, acara diskusi berlangsung tertib, bahkan saking antusiasnya, banyak mahasiswa yang duduk mendekati panggung mengikuti acara diskusi dengan aman. Ketika Budiman Sudjatmiko mulai berbicara, beberapa massa dari luar mulai masuk ke dalam gedung dan mereka duduk di daerah tribun.

Dalam sesinya, Budiman Sudjatmiko menjelaskan dan menjamin bahwa pemerintah Pak Prabowo tidak akan pernah membungkam siapapun untuk menyampaikan pendapat, sekalipun ada beberapa pihak yang melakukan cara-cara yang tidak terpuji.

Pernyataan ini disampaikan Budiman terkait dengan tekanan kepada Tio, mantan Ketua BEM UGM yang akhirnya viral karena mengunggah kondisi mobilnya yang dipasangi alat detektor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketika selesai mengatakan hal ini, sekelompok orang yang berada di tribun belakang merangsek naik ke atas panggung. Di sini Budiman masih menunggu massa yang naik di atas panggung untuk bisa berdiskusi langsung dengannya.

Karena jumlah massa yang naik ke atas panggung sudah terlalu banyak, alhasil peristiwa caci maki dan dorong-dorongan semakin tidak terkendali. Massa yang datang terakhir ke dalam gedung lalu merangsek naik dan mendorong pihak keamanan yang mengawal Budiman Sudjatmiko.

Akhirnya pihak keamanan memutuskan untuk melarikan Kepala BP Taskin tersebut melalui pintu samping untuk menjaga keselamatannya. Budiman sendiri masih meminta dirinya untuk tetap di dalam gedung.

Budiman Sudjatmiko dalam keterangannya menyesalkan kejadian itu. “Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman.

"Petugas keamanan menghawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita semua masih berada di dalam gedung. Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung,” sambungnya.

Dalam kejadian itu, mahasiswa sempat menahan menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono untuk menanyakan kondisi Indonesia saat ini. Menyadari kondisi semakin tidak kondusif, Nusron dan Sudaryono pun akhirnya dievakuasi oleh pihak keamanan UGM.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```