- Kementrans Kirim Tim Investigasi Kasus Pencabutan Sepihak SHM Transmigran di Kotabaru Kalsel
- Ketika Lapar Tak Hanya Soal Perut, Krisis Sunyi di Balik Ketidakamanan Pangan
- BRIN Pimpin Penelitian Internasional Pemuliaan Pisang Liar untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- Kunjungan AHY di Bumi Sriwijaya Perkuat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Strategis Sumsel
- Ide Baterai Thomas Edison yang Sempat Hilang, Kini Bangkit untuk Era Energi Terbarukan
- Begini Cara Tidur Yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
- Matematika Itu Mudah, Bukan? Saatnya Belajar Angka Tak Lagi Menakutkan
- Begini Cara XLSMART Menjaga Detak Digital Saat Ramadan dan Lebaran 2026
- Hilirisasi Bauksit Kalbar, Perkuat Ekonomi Daerah dan Buka Lapangan Kerja
- Program Hilirisasi Fase-I Bagian Transformasi Ekonomi Nasional
Hilirisasi Bauksit Kalbar, Perkuat Ekonomi Daerah dan Buka Lapangan Kerja

Keterangan Gambar : PT Indonesia Asahan Aluminium. (foto ANT)
JAKARTA –
Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di
Mempawah, Kalimantan Barat, yang diinisiasi oleh Grup MIND ID melalui PT
Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit
Asam Tbk (PTBA), dinilai memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi
perekonomian daerah.
Mega proyek hilirisasi
terintegrasi ini akan menjadi motor untuk semakin memperkuat kinerja ekonomi
daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Berdasarkan data BPS, Ekonomi
Kalimantan Barat pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, lebih tinggi
dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,90 persen. Dari sisi
produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan
Penggalian, yaitu sebesar 31,48 persen.
Baca Lainnya :
- Program Hilirisasi Fase-I Bagian Transformasi Ekonomi Nasional0
- BP Taskin dan Kemenkop Merajut Jalan Permanen Pengentasan Kemiskinan lewat Koperasi Merah Putih0
- Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi0
- Sejatinya Ketahanan Pangan Harus Dibangun, Bukan Tumbuh0
- Perusahaan Tambang Pelat Merah Wajib Perkuat Operasional Bertanggung Jawab0
Bupati Mempawah Erlina
menyampaikan bahwa kehadiran proyek hilirisasi menjadi motor transformasi
ekonomi daerah yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan bahan
mentah. Hilirisasi dinilai mampu untuk semakin menggerakkan berbagai sektor
ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru bagi
masyarakat.
“Pertama adalah penyerapan tenaga
kerja, itu yang paling penting. Kedua, akan mendorong peningkatan aktivitas
ekonomi karena banyak masyarakat dari luar daerah yang datang. Hal ini akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten
Mempawah,” ujar Erlina usai pelaksanaan groundbreaking proyek pengolahan dan
pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Jumat (6/2/2026).
Erlina menjelaskan, dampak
ekonomi dari proyek hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya sudah mulai
dirasakan masyarakat. Sejumlah usaha pendukung tumbuh di sekitar kawasan
proyek, seperti homestay, rumah kos, serta berbagai usaha kuliner. Kondisi ini
membuka sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi
masyarakat lokal.
“Dengan adanya proyek ini,
kebutuhan akan tempat tinggal dan layanan pendukung meningkat. Ini menjadi
peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain dampak ekonomi jangka pendek,
Erlina juga menyampaikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan
(CSR) yang dijalankan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku operator
proyek juga berdampak positif bagi masyarakat.
Ia berharap program CSR ke depan
semakin terus dikembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga
pendidikan tinggi, sehingga semakin banyak putra daerah yang memiliki
kompetensi dan dapat bekerja di kawasan industri tersebut.
Saat ini, Grup MIND ID telah
mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah untuk
mengolah bauksit menjadi alumina. Fasilitas ini menjadi penghubung penting
dalam rantai pasok hilirisasi bauksit–alumina–aluminium yang sebelumnya belum
terintegrasi di dalam negeri.
Melalui prosesi groundbreaking terbaru,
Grup MIND ID akan melanjutkan pengembangan ekosistem hilirisasi dengan
membangun Smelter Aluminium Baru serta SGAR Fase II guna memperkuat integrasi
dari hulu hingga hilir.
Dalam kesempatan yang sama, CEO
BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kontribusi program hilirisasi
terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hal
ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk
mempercepat hilirisasi karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat di daerah.
“Jika kita lihat, kontribusi
hilirisasi terus meningkat. Pada 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp580,4
triliun atau sekitar 30% dari total investasi nasional, meningkat 43,3%
dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rosan.
Ke depan, pemerintah juga
mendorong pemerataan pengembangan hilirisasi agar tidak hanya terpusat di
wilayah tertentu seperti Maluku dan Sulawesi, tetapi meluas ke berbagai daerah,
termasuk Kalimantan Barat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi
pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh
wilayah Indonesia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

