- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kebun REL, Tempat Asyik untuk Nongkrong dan Belajar Menanam Buah-Buahan
.jpg)
TANGSEL - Berada di dekat jalan Tol dan Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan (Tangsel), tempat ini terlihat semakin bersinar. Dikomandani oleh Syamsu Rijal sebagai entrepreneur, selama ini mereka telah membersamai Disnaker Tangsel, Lapas Tangerang dan masih banyak dinas yang berkolaborasi dengan Kebun REL atau yang dikenal dengan Ruang Edukasi Literasi.

Baca Lainnya :
- KAI Daop 8 Pelajari Media Percontohan Pembelajaran Pencegahan Krisis Planet0
- Menelisik Peran Penting Burung Liar Bagi Ekosistem Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu Riau0
- Revisi UU 41 Tahun 1999 Angin Segar Bagi Tata Kelola Kehutanan Indonesia0
- Walhi Laporkan 47 Perusahaan Perusak Lingkungan ke Kejaksaan Agung0
- DMC Dompet Dhuafa dan WALHI Luncurkan Program Kawasan Pemulihan Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah0
Tak terasa tahun berganti, dan tempat ini telah banyak
melahirkan alumni yang bisa melakukan penanaman seperti anggur, semangka,
pepaya bahkan melakukan hot work salah satunya pengelasan. Ya, REL
bekerja sama dengan Disnaker setempat juga melakukan pembinaan dalam bentuk
pelatihan kepada orang orang yang membutuhkan.
Tempat ini memang dihadirkan untuk edukasi lingkungan dan
pelatihan keterampilan. Seorang pengunjung, Adi Nugroho bersama istri terlihat menyempatkan
mampir di REL. “Saya biasa lewat sini kalau mau ke Stasiun Rawa Buntu. Saya
kira cafe,” ungkap Adi.
Saat itu, Adi Nugroho menikmati welcome drink yang khas dari REL, yakni teh Telang dan jeruk peras. Kebetulan beberapa tanaman sedang berbuah, seperti anggur, lemon, jeruk serta alpukat. Setelah melihat keragaman kegiatan positif di tempat ini, di lain waktu Adi berniat ingin mengajak rekannya yang lain untuk belajar di REL.

Dengan lahan yang tak begitu luas, Syamsu Rijal berhasil
menyulap REL menjadi magnet yang memanjakan mata pejalan kaki yang melintasinya.
Beberapa tahun yang lalu, tempat ini belum banyak fasilitas, namun kini sudah
ada kamar tamu.
“Jika ingin menginap, dapur juga belum memadai, tapi sekarang
semuanya lebih lengkap. Kebetulan cafe juga buka pas orang-orang pulang kerja
dari stasiun Rawa Buntu, dan yang melintas bisa mampir di Cafe REL,” tutur
Syamsu.
Reza salah satu aktivis REL mengungkap beberapa komentar
warga sekitar soal tempat ini. “Warga mengapresiasi positif karena setiap
kegiatan yang dilakukan REL selalu melibatkan warga sekitar,” tukasnya. (fadlik
al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

