- Baterai Ponsel Cepat Habis Padahal Nggak Dipakai? Ini 5 Biang Keroknya yang Bikin Kamu Kaget
- Jangan Kaget! Villa Hantu di Lombok Ini Justru Bikin Kamu Ketagihan, Ini Lho Alasannya
- 5 Aspirasi Gen Z Singkawang Ini Ngena Banget yang Bikin Menko AHY Kagum, Apa Saja Sih?
- Dari Penjual Es Lilin hingga General Manager, 5 Rahasia Sukses Kepemimpinan Anak Papua
- Selat Hormuz Mencekam, RI Terancam, Kok Bisa? Alarm Keras untuk Transisi Energi Nasional
- Update Perang AS-Israel Vs Iran, 2 Maret 2026: Strategic Intelligence & Battle Damage Assessment
- Memantau Cuaca Secara Cepat dan Akurat Berbasis Fisika dan AI
- Kemenag RI dan British Council Perkuat Guru Bahasa Inggris Madrasah
- Pertanian Organik Memicu Peningkatan Penggunaan Pestisida di Lahan Konvensional, Ini Penjelasannya
- Pertamina Buka Mudik Gratis ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftarannya
Mahasiswi Cantik Ini Pimpin Operasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia di Tapsel
(1).jpg)
TAPSEL – Namanya Andini Rosidah Pane. Mahasiswi cantik semester 5 Prodi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) ini memiliki nyali besar dan kepedulian luar biasa terhadap kemanusiaan.

Baca Lainnya :
- PT Kana Bintang Sertifindo Tegaskan K3 sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya0
- Musim Mas Salurkan Bantuan Darurat untuk Ribuan Keluarga Terdampak Banjir di Sumatera0
- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam0
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga 0
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura0
Andini yang kini menjabat Ketua Umum Kompel UMTS, bahkan diangkat
sebagai Ketua Operasi Kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) di
bencana banjir dan longsor yang menyapu Tapanuli Selatan (Tapsel).
Terhadap pengangkatan dirinya, Andini mengaku siap dan akan bekerja sepenuhnya memimpin belasan relawan dari berbagai organisasi dan komunitas. “Kami para relawan kemanusiaan sangat berduka atas penderitaan yang dialami warga di sini. Lantaran itulah kami sepakat akan bekerja maksimal agar kehidupan warga Desa Aek Ngadol segera pulih,” jelas Andini bersemangat.

Guna mendampingi warga yang menjadi korban banjir, SARMMI mendirikan
posko kemanusiaan di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, kabupaten Tapanuli
Selatan. Desa Aek Ngadol salah satu desa yang luluh lantak karena luapan Sungai
Galoga yang membawa ribuan kayu gelondon pembalakan liar dan lumpur tebal.
Di desa itulah Andini memimpin pergerakan relawan kemanusiaan yang berasal dari, Mapala Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sapta Pala (SMAN 7) Jakarta, Mapala UMRI Himdikum UMRI, Kompel Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, serta Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum SARMMI Muhammad Abdurrahman
Sidiq, mengatakan Andini diangkat melalui surat penugasan dari SARMMI yang
ditandantanganinya. Penugasan itu berakhir tatkala operasi kemanusiaan SARMMI
di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah dinyatakan selesai.
Abdurrahman turut mengungkap, Andini merupakan figur muda yang potensial, memiliki leadhership dan komitmennya terhadap kemanusiaan tak usah diragukan lagi. “Andini adalah gambaran ideal seorang relawan kemanusiaan usia muda dari kalangan perempuan. SARMMI memberi apresiasi dan bangga terhadapnya,” ungkap Abdurrahman.

Diketahui, SARMMI merupakan lembaga kemanusiaan tingkat
nasional di bawah naungan Majelis Diktilitbang Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Anggota SARMMI adalah Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah
dan Aisyah se-Indonesia.
Eksistensi SARMMI dalam operasi penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan tidak diragukan lagi. Personel SARMMI yang rata-rata anak muda dan kerap berkegiatan di alam bebas (outdoor), seperti mendaki gunung, arung jeram, panjat tebing, susur gua, dll, bahkan mampu menembus titik-titik terisolir sebuah wilayah bencana alam.

Biasanya daerah terisolir ini terputus akses, jauh dari pusat
kota, berada di pelosok perbukitan, hutan, sungai, tebing, sehingga tidak bisa
ditempuh dengan kendaraan dan mesti dengan berjalan kaki bahkan hingga
berkilo-kilo meter. Menempuh medan berat ini, personel SARMMI spesialisasinya. (rusdi
harjo)
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

