Pasukan Israel Cegat Konvoi Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional
KRU kapal Greenpeace Internasional
Arctic Sunrise melaporkan bahwa pasukan militer Israel menaiki dan mengganggu
pelayaran kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan
internasional, 45 mil laut barat Pulau Kythira, Yunani, dan 600 mil laut dari
Gaza.
Kapal Global Sumud Flotilla menerima peringatan radio pada
18.43 UTC (21.43 waktu setempat atau 01.43 WIB) di saluran internasional umum
(16). Pengirim pesan mengidentifikasi diri mereka sebagai Angkatan Laut Israel
dan memaksa flotilla untuk mengubah arah pelayarannya.
Mereka juga mengganggu saluran komunikasi yang dapat
membahayakan armada kapal di perairan lepas. Gangguan komunikasi terjadi pada
saluran komunikasi SOS darurat maritim VHF, saluran VHF untuk koordinasi
flotilla, Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS), dan sistem komunikasi Iridium
band. “Pada pukul 03:47 UTC (10.47 WIB), kami mengonfirmasi beberapa kapal
flotilla telah dinaiki secara ilegal oleh pasukan Israel dan sejak itu
kehilangan kontak.”
Baca Juga
Global Sumud Flotilla adalah gerakan internasional aksi
tanpa kekerasan dan terkoordinasi yang berlayar untuk menghentikan blokade
ilegal Israel atas Gaza, melawan keterlibatan berbagai pihak yang memungkinkan
penjajahan, dan bersolidaritas dengan warga Palestina. Bersama Arctic Sunrise,
Greenpeace memberikan dukungan logistik bagi kapal-kapal flotilla.
Pada September 2025, Global Sumud Flotilla melakukan
pelayaran yang diikuti oleh 42 kapal dan 462 orang. Tentara Israel mencegat
secara ilegal kapal-kapal tersebut. Para tentara zionis memaksa naik ke dalam
flotilla, menahan para awak di dalam kapal flotilla sekitar 70 mil laut dari
teluk Gaza, memutus serta mengganggu sinyal komunikasi.
Para awak di dalam kapal-kapal flotilla tersebut
menceritakan tentang ketegangan yang terjadi dengan perahu-perahu tanpa lampu
dan drone yang membuntuti armada kapal flotilla, serta laporan bahwa
kapal-kapal angkatan laut Israel telah merusak komunikasi mereka, mengganggu
sinyal bahaya, dan livestream dari dalam kapal.
Kapal MY Arctic Sunrise telah jadi bagian dari armada
Greenpeace sejak 1995 dan menjadi gugus depan kampanye global Greenpeace dari
Antartika di Kutub Selatan ke Arktik di Kutub Utara. Kapal ini mampu menampung
hingga 30 orang dengan panjang 50,5 meter yang dilengkapi dengan lambung,
kemudi, dan baling-baling yang diperkuat agar bisa berlayar dengan aman melalui
es di laut serta memiliki kecepatan maksimum sebesar 13 knot (24 km/jam).
Greenpeace sejak lama mengecam krisis kemanusiaan dan
lingkungan yang disebabkan oleh genosida Israel di Gaza. Tuntutan Greenpeace
meliputi: gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen untuk
menghentikan serangan terhadap warga sipil dan lingkungan; pembebasan semua
sandera dan semua warga Palestina yang ditahan secara ilegal oleh Israel;
penjatuhan sanksi yang ditargetkan dan embargo senjata komprehensif terhadap
Israel, yang ditegakkan oleh komunitas internasional; serta pengakhiran
pendudukan ilegal Palestina.
Greenpeace menyerukan semua pemerintahan di dunia untuk
segera mengambil sikap untuk menegakkan hukum internasional dan memastikan
perlindungan bagi Global Sumud Flotilla dengan langkah konkret untuk memastikan
pelayaran yang aman untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Pujarini Sen, Kepala Proyek yang ikut berlayar di kapal
Arctic Sunrise mengatakan, Greenpeace bersolidaritas dengan warga Gaza dan
individu-individu pemberani yang mempertaruhkan kebebasan dan keselamatan
mereka, yang ada dalam flotilla. Bantuan kemanusiaan harus dihormati dan
lindungi setiap saat dan dengan segala cara.
“Kami kembali memanggil para pemimpin dunia untuk segera
mengambil langkah konkret di tengah genosida yang dilakukan Israel terhadap
warga Gaza. Kegagalan mereka untuk menegakkan hukum internasional membuat
mereka bertanggung jawab atas perbuatan Israel.”
Pemerintah Israel terus melakukan blokade darat dan laut untuk bantuan dan makanan dari organisasi internasional. Memblokade bantuan dan melakukan serangan yang ditargetkan kepada pembawa bantuan tersebut adalah pelanggaran hukum humaniter internasional. Sampaikan dukunganmu untuk Arctic Sunrise dan Global Sumud Flotilla dalam upaya mereka membuka blokade Gaza dengan aman dan selamat di https://act.gp/dukung-gsf.
