- Presiden: 200 Helikopter Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Terutama Penanganan Bencana
- Banjir dan Longsor di Sumatera: 12 Komunitas Masyarakat Adat di Tano Batak Terisolir
- Gakkum Kehutanan: Ada Indikasi Kerusakan di Hulu DAS yang Perparah Bencana di Hilir
- Pakar Hukum Ini Ingatkan Praktik Kejahatan Berlindung Dibalik Bencana
- Datang Lagi ke Aceh, Presiden Pastikan Pasokan Pangan dan Hapus Utang KUR Korban Terdampak Bencana
- Journalist Club Dorong Pemerintah Tetapkan Banjir Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
- Pandutani Bentuk Satgas Bantu Rehabilitasi Kehidupan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
- Sapa Anak-anak dan Dengarkan Keluhan Warga, Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsian Banjir di Aceh
- Indonesia Ekspor 10 Kontainer Udang Bebas Cesium 137 ke AS
- Mentan Amran Kirim Logistik Bantuan Bencana Satu Kapal Penuh ke Sumatera
Pelaku Pasar Yakin Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Lagi

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pelaku Pasar - PorosBumi
JAKARTA-
PT Indo Premier
Sekuritas menduga para pelaku pasar akan kembali memburu sektor-sektor yang
sensitif terhadap suku bunga seperti sektor perbankan, infrastruktur, dan
properti pada pekan ini setelah sektor infrastruktur dan
properti menjadi sektor penopang laju IHSG pada pekan lalu dengan penguatan
sebesar masing-masing (+6,92%) dan (+5,35%).
"Lonjakan tersebut mencerminkan keyakinan investor bahwa Bank
Indonesia berpeluang kembali memangkas suku bunga acuan pada 19 November
mendatang,” tulis analis PT Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin
Yunus dalam keterangan resmi, Senin(17/11/2025).
Baca Lainnya :
- Menthobi karyatama Raya Raup Laba Rp36,7 Miliar Saat La Nina Menerpa 0
- OJK Dinilai Memble, Kini Hasil Penyelidikan Investasi Telkom Pada GOTO Ditunggu 0
- Utang Luar Negeri Pemerintah Jadi Dongkrak Utama Cadev Tembus USD149 Miliar0
- Indef Ingatkan Laju Pertumbuhan Sektor Pertanian Lebih Rendah0
- Produksi 2,4 Juta Ton Petrokimia, Lotte Dorong Tumbuhnya Industri Pendukung Pertanian Domestik0
Indri meyakini para pelaku pasar akan melakukan spekulasi sepanjang pekan ini (17-21
November 2025) dengan
menargetkan sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti sektor
perbankan, infrastruktur, dan properti.
"Selain itu, para pelaku pasar juga masih berpotensi akan
memanfaatkan sentimen aksi korporasi yang dilakukan beberapa emiten untuk
memanfaatkan momentum kenaikan harga tersebut. Karena itu, kami menilai IHSG
akan bergerak bervariatif cenderung menguat dalam rentang support 8.325
hingga resistance 8.500," terang Indri.
Menurutnya, penguatan ini tertopang sejumlah sentimen data yang akan
rilis pada minggu ini, yakni FOMC Minutes The Fed (19/11), S&P Global
Composite PMI Flash Amerika Serikat pada bulan November (21/11) yang
diperkirakan akan turun tipis ke level 53,8 dari sebelumnya di level 54,6,
serangkaian data pengangguran Amerika Serikat akan dirilis bersamaan pada
(20/11) dan tentu saja pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada (19/11) yang
diproyeksikan dipangkas sebesar 25 bps.
Adapun saham yang
layak dipantau pada pekan ini antara lain BRPT, INET, dan CPIN.
Disamping itu dia juga merekomendasikan memantau FR0100 dengan ulasan sebagai
berikut:
Beli BRPT di area
3.780
dengan target harga 4.250. Jual
bila melemah di bawah 3.610. Saat ini BRPT masih mampu bertahan di atas
garis EMA 5 dan dalam sepekan asing telah mengoleksi BRPT sebesar Rp56,4 miliar.
Beli
CPIN di area 1.005 dengan target harga 1.100. Jual bila melemah di bawah 970.. Emiten
ini terkerek sentimen positif dari Danantara yang menggelontorkan investasi
senilai Rp20 T untuk proyek peternakan ayam dan telur dan CPIN sendiri saat ini
positif reversal trend diiringi dengan volume spike sehingga layak buy.
Beli
INET pada area
beli 494-500 dengan target harga 535. Jual bila melemah di bawah 478. Emiten
ini menarik karena proses akuisisi INET dengan PADA masih terus berlanjut dan
candlesticknya membentuk marubozu dengan volume tinggi.
Beli Obligasi FR0100. Dengan adanya proyeksi pemangkasan suku bunga, harga obligasi
berkesempatan mengalami kenaikan harga dan IPOT menilai kondisi saat ini harga
obligasi sudah priced in. Oleh sebab itu, IPOT merekomendasikan obligasi
pemerintah seri FR0100 untuk dikoleksi, mengingat harganya yang masih menarik
dibandingkan seri bertenor 10 tahun lainnya.
.jpg)

.jpg)
6.jpg)
.jpg)
1.jpg)

.png)
.jpg)

.jpg)

