- Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam
- Wanita ini Ubah Sampah Jadi Alat Tukar Bernilai Ekonomi, Contoh Nyata Warga Bantu Warga
- Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
- Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gold Coast Ferry Terminal Buka Rute Baru Batam-Singapura
- Pray Sumut dan Sumbar, SARMMI Galang Donasi Bencana Banjir
- Telkomsel Kembali Gelar Jaga Bumi, Tanam 12.731 Pohon Baru dan Serap 824 Ton Emisi Karbon
- Pengamat: Indonesia Swasembada Beras, Stok Dunia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Global Anjlok!
- Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
- Desa Wisata Sumberoto Kini Makin Menyala Dengan Tenaga Surya
- Abies Bakery, Toko Roti Dengan Standar Higienitas Produksi Buka di Bundaran Ocarina Batam Centre
Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam

BATAM - Memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kepri, Polda Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan menghadiri pelaksanaan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kota Batam Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Yos Sudarso Lantai 4, Jumat (29/11/2025), dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, Pejabat Utama Polda Kepri, perwakilan Gubernur Kepri Asisten Administrasi Umum, ibu Misni, dan unsur pemerintah daerah, lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak, tokoh agama, aktivis sosial.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, menegaskan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak harus menjadi gerakan nyata yang dilakukan semua pihak.
"Dengan mengusung tema “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun masih menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara serius, terarah, dan berkesinambungan," ujar Wakapolda.
Wakapolda Kepri menambahkan bahwa Polri, khususnya Polda Kepri, terus meningkatkan kesiapan personel, mempercepat pelayanan korban serta memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Tidak ada institusi yang mampu bekerja sendirian. Mengembalikan ruang aman adalah tugas bersama,” ucap Wakapolda.
Wakil Menteri PPPA RI, Veronica Tan, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus TPPO yang terus berkembang, termasuk penipuan digital dan tawaran kerja fiktif.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat upaya promotif, preventif, dan pemulihan korban. Para pekerja migran ilegal harus disadarkan bahwa mereka tidak sendirian,” tegas Veronica.
Wakapolda kembali menegaskan, melalui kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di sekitar kita.
"Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah pondasi bagi lahirnya generasi yang lebih kuat, terlindungi, dan berdaya. Mari bersama-sama kita wujudkan Kepri sebagai ruang yang aman, ramah, dan menghargai martabat setiap perempuan dan anak. Karena mereka bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga kehormatan kita bersama,” tutup Wakapolda. (a razy aditya)
.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

